Teror di Intan Jaya, Kapolda Papua Kritik Peran Pemerintah Daerah

0
Kapolda Papua, Irjen Pol Paulus Waterpauw / ist

Jayapura, Topikpapua.com, – Kapolda Papua, Irjen Pol Paulus Waterpauw mengkritiki Pemerintah Daerah Papua dan Pemerintah Kabupaten Intan Jaya yang terkesan ‘tidur’ saat terjadi konflik berdarah di Kabupaten Intan Jaya.

Kritikan tersebut dilontarkan Irjen Paulus menanggapi permintaan salah satu legislator Papua yang meminta KSAD untuk memfasilitasi pembentukan tim investigasi kasus penembakan Pdt. Yeremias Zanambani di Intan Jaya.

“Terlalu jauh itu.., inikan ada pemerintah daerah disana, ada Gubernur, ada DPR, ada MRP, ada komnas HAM Papua, ada Bupati dan Wakilnya, ada juga DPR setempat, kenapa harus undang dari Jakarta yang datang…, apa kerjanya pemerintah daerah…?, “Kata Kapolda kepada Pers, Selasa (22/09/20).

Menurut Kapolda, Pemerintah Daerah Papua dan Pemerintah kabupaten Intan Jaya terkesan tak peduli dengan serangkaian kasus penembakan yang terjadi di Intan Jaya.

“Jangan terlalu lama tidur…, harus bangkit, bangun…, kerja…, jangan hanya tidur…, itu catatan saya..!, “Tukas Kapolda.

Kapolda juga menyampaikan kepada para tokoh di Papua agar tidak memberikan pernyataan seakan-akan mengetahui pihak mana yang melakukan penembakan terhadap Pdt. Yeremias Zanambani.

“ Saya himbau kepada para pihak, kalau belum tau atau tidak tau permasalahan, cukup prihatin saja, tapi jangan berkomentar seakan-akan tau segalanya, saya juga mau tegaskan disini, berhenti menuding-nuding siapa pelaku penembakan pendeta disana, sebelum kami buktikan lewat olah TKP, “Ujarnya

Dijelaskan Kapolda bila hingga saat ini pihaknya masih menyelidiki peristiwa penembakan terhadap Pdt. Yeremias Zanambani, dan berencana akan segera mengirim tim untuk melakukan olah TKP di lokasi penembakan.

“Peristiwa itukan terjadi begitu cepat, kejadiannya jam 6, kemudian tidak ada saksi mata yang melihat secara langsung waktu penembakan terjadi, ini yang menjadi masalah bagi kami untuk pembuktiannya, “Jelas Kapolda.

Lanjut Kapolda, Namun yang saya mau bilang bahwa, saat ini wilayah itu sudah di kuasai oleh KKB, jadi dengan modus yang kemaren mereka mengatakan bahwa pelakunya adalah TNI-Polri, saya pikir itu harus dibantah.

“Kenapa..? karena sampai saat ini belum ada laporan dari satuan bawah kami , namun kasus ini sudah viral di media sosial bahwa pelakunya adalah TNI, dan ini adalah pola-pola propaganda yang dimainkan oleh KKB jelang sidang PBB, “Beber Kapolda.

Dirinya pun berharap agar semua pihak bersabar dan tidak menimbulkan isu di media sosial serta berikan waktu bagi kepolisian untuk membuktikan siapa pelaku penembakan yang sebenarnya.

“Jadi kepada para pihak yang ikut mendramatisasi bahwa seakan itu pelakunya adalah TNI, saya berani bantah itu, dan bagi para tokoh yang mengaku para pemimpin ini, diam saja kalau tidak tau masalah, jangan hanya menyadurkan permasalahan dan mengaburkan permasalahan “Tukas Kapolda. (Redaksi Topik)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here