Anggota MRP, Herman Yoku

Sentani, Topikpapua.com, – Anggota MRP, Heman Yoku mempertanyaan alasan penolakan perpanjangan Otsus lantaran dinilai gagal oleh KNPB dan sekelompok elite politik yang mengatasnamakan Orang Papua.

“Kalau sekarang bilang (Otsus) gagal, dia mewakili masyarakat siapa? Kalau dia mewakili masyarakat Laapago dari kelompok mahasiswa, ya berarti dia harus salahkan dia pu gubernur dong, kata  Herman Yoku di Sentani, Rabu (04/11/20).

Dijelaskannya, Papua dan Papua Barat terbagi dalam 7 wilayah adat, sehingga jangan pukul rata semua orang Papua, untuk menyatakan Tolak Otsus Jilid II ataupun Otsus Gagal.

“Kita ini semua orang Papua benar, tapi di seluruh orang asli Papua itu kan punya wilayah hukum adat masing-masing , jadi tidak bisa semua,” katanya.

Kata Herman, penyaluran Dana Otsus sudah sangat jelas dibagi dengan formasi 80 persen itu ada di Kabupaten/Kota dan 20 persen di kelola Provinsi. Sehingga jika ada yang mengatakan gagal, itu perlu dipertanyakan ulang, sebab sudah sangat jelas siapa pemimpin di tiap kabupaten/kota yang ada di Papua.

“Hari ini yang jadi pemimpin bukan suku siapa-siapa iya toh, bukan saya dari Tabi, bukan juga dari Saireri dan bukan Animha. Hari ini yang jadi gubernur dan wakil gubernur adalah dua anak adat, lantas mau bilang Otsus gagal. Siapa yang gagalkan?,” ketusnya.

Herman kembali mempertanyakan apa indikator yang digunakan kelompok penolak Otsus itu, menyatakan Otsus gagal.

“Kalau bilang gagal, indikatornya apa? Mereka mampu mempresentasikan gagalnya Otsus di empat bidang itu yang mana saja. Nah, sekarang saya kembalikan dia pu pernyataan ini, jadi jangan lempar bola terus sembunyi tangan dan itu tidak boleh seperti itu. Empat (4) bidang dalam Otsus yang dianggap gagal itu dimana saja,” ujarnya.

Belum lama ini KNPB mewarning Majelis Rakyat Papua (MRP) dan para elite Papua (politisi dan birokrat)  untuk mendengar suara rakyat Papua terkait dengan perpanjangan Otsus Jilid II. (Irf)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here