Refleksi Polda Papua Tahun 2019, KKB Masih jadi Ancaman Serius

0
Suasana giat Refleksi akhir tahun 2019 Kapolda Papua / ist

Jayapura, Topikpapua.com, – Sebagai bentuk pertanggungjawaban kinerja kepada publik, Kepolisian Daerah Papua menggelar penyampaian catatan Tahun 2019, Giat yang di gelar di Aula Rastra Samara Polda Papua tersebut berlangsung pada, Sabtu (28/12/19).

Selain di hadiri langsung oleh Kapolda Papua Irjen Pol. Drs. Paulus Waterpauw dan  Wakapolda Papua Brigjen Pol. Drs. Yakobus Marjuki, acara juga di hadiri oleh Irwasda Polda Papua Kombes. Pol. Drs. Mulyadi Kaharni, M.Si, Pejabat Utama Polda Papua, Para Wartawan Media Cetak, Elektronik dan Media Online yang ada di Jayapura.

Kapolda Papua Irjen Pol Drs. Paulus Waterpauw mengatakan giat ini dilaksanakan sebagai bentuk pertanggungjawaban kinerja Polda Papua kepada publik, ” Data yang kami sampaikan di harapkan bisa menjadi tolak ukur kita untuk kinerja kita di tahun 2020 mendatang, guna meningkatkan pelayanan kepada masyarakat untuk terciptanya situasi kamtibmas yang kondusif yakni masyarakat merasa aman dan nyaman kapan dan dimana saja berada, ” Ungkap Kapolda.

Kapolda menjelaskan bila luas wilayah kerja Polda Papua mencapai 317.062 Km2 dengan jumlah penduduk sebanyak 2.612.854 orang dan tersebar di gunung dan lembah di Papua, sedangkan jumlah anggota Polda Papua dan Polres Jajaran pada Tahun 2019 sebanyak 11.984 orang.

” Dari DSP sebanyak 23.069 anggota, ini berarti Polda Papua masih kekurangan personil sebanyak 11.085 personil, ” Jelas Irjen Paulus menjawab banyak pertanyaan warga terkait banyaknya personil Brimob yang belakangan ini di perbantukan ke Papua.

Kapolda Papua, Irjen Pol Paulus Waterpauw di dampingi Wakapolda dan Kabid Humas Polda Papua saat menyampaikan refleksi akhir tahun 2019 di Mapolda Papua/ ist

Diungkapkan Kapolda bila Kasus kejahatan konvensional yang ditangani Polda Papua dan jajaran  Selama Tahun 2019 sebanyak 3.203 kasus atau naik 831 kasus dari tahun 2018 sebanyak 2.372 kasus.

” Ada peningkatan untuk kasus kejahatan konvensional sebanyak 35,03%  dan beberapa kasus konvensional yang menonjol yaitu pencurian kendaraan bermotor, selama Tahun 2019  terjadi sebanyak  1.667 kasus jika dibandingkan dengan Tahun 2018 sebanyak 1.357 kasus, Berarti Tahun 2019 terjadi  peningkatan sebanyak 310 atau  23%, ” Bebernya.

Sementara untuk penyelesaian kasus kejahatan Konvensional di Tahun 2019 sebanyak 596 kasus, dibandingkan dengan Tahun 2018 (527 kasus) mengalami peningkatan sebanyak 69 kasus atau 13,09%.

“Untuk Kasus Penganiayaan Dengan Pemberatan, selama Tahun 2019 terjadi sebanyak  65 kasus jika dibandingkan dengan Tahun 2018 sebanyak 215 kasus berarti Tahun 2019 terjadi penurunan sebanyak -150 kasus atau -70%. Sementara untuk penyelesaian kasus Tahun 2019 sebanyak 41 kasus, dibandingkan dengan Tahun 2018 sebanyak 113 kasus mengalami penurunan sebanyak -73 kasus atau -64%, ” Tambahnya.

Lanjut Irjen Paulus, untuk Kasus Pencurian Berat selama Tahun 2019 terjadi sebanyak  497 kasus jika dibandingkan dengan Tahun 2018 sebanyak 201 kasus berarti Tahun 2019 terjadi peningkatan sebanyak 296  kasus  atau  147,26%. Sementara   untuk penyelesaian kasus Tahun 2019 sebanyak 269 kasus, dibandingkan dengan Tahun 2018 sebanyak 97 kasus mengalami peningkatan sebanyak 172 kasus atau 177,31%.

” Kalau Kejahatan Trans Nasional selama Tahun 2019 terjadi sebanyak 275 kasus jika dibandingkan dengan Tahun 2018 sebanyak 256 kasus berarti Tahun 2019 terjadi peningkatan sebanyak 19 kasus atau 7,42%. Ada  2 kasus kejahatan trans nasional menonjol yang tangani Polda Papua yakni Cyber Crime dan Narkoba, ” Jelas Kapolda.

Sementara itu untuk Kejahatan kekayaan Negara selama Tahun  2019  terjadi  sebanyak 91  kasus  jika dibandingkan dengan Tahun 2018 sebanyak 101 kasus berarti terjadi penurunan sebanyak –10 kasus atau -10%.

” Ada  4 kasus kejahatan Kekayaan Negara menonjol yang tangani Polda Papua yakni Illegal Logging, Illegal Fishing, Money Laundering dan Korupsi. Selama Tahun  2019 Polda Papua telah berhasil menyelamatkan uang Negara sebesar Rp 7,260,639,511, ” Ungkap Kapolda.

Diungkapkan Kapolda, Kejahatan Berimplikasi Kontijensi selama Tahun 2019 terjadi sebanyak 87 konflik jika dibandingkan dengan Tahun 2018 sebanyak 120 konflik berarti terjadi penurunan sebanyak  -33 konflik atau -27,5 %. Salah satu kejadian yang menonjol yang terjadi yakni kasus Pengrusakan dan Penganiayaan  oleh Ustadz Jafar Umar Thalib bersama santrinya yang terjadi pada hari Rabu tanggal 27 Februari 2019 pukul 05.15 Wit, Bertempat di Jl. Ptokol  samping Masjid Al- Muhajirin Koya Barat Distrik Muara Tami.

Para pejabat di Polda Papua dan Wartawan yang mengikuti acara Reflaksi akhir tahun 2019 Kapolda Papua / ist

Kapolda Juga mengaku bila aksi Unjuk rasa yang terjadi di tahun 2019 mengalami penurunan, yakni sebanyak  87 kasus jika dibandingkan dengan tahun 2018 sebanyak 120 kasus, ” Tidak semua naik ya.., untuk aksi Demo ada penurunan sebanyak 33 kasus atau  27,5 %, ” Tukasnya.

Dipaparkan Kapolda bila aksi unjuk rasa terjadi dibeberapa Kabupaten/Kota terkait tindakan rasisme terhadap Mahasiswa Papua di Surabaya yang berdampak terjadi unjuk rasa anarkis di Kabupaten Mimika, Kabupaten Deiyai, Kabupaten Jayawijaya dan Kota Jayapura.

Sementara itu untuk kasus Kecelakaan lalu lintas selama Tahun 2019 tercatat sebanyak 642 kasus, jika dibandingkan dengan Tahun 2018 sebanyak 1.150 kasus, yang berarti mengalami penurunan sebanyak – 508  kasus atau -44,17 %.

Dari kecelakaan di tahun 2019 tersebut korban meninggal dunia sebanyak 76 orang, korban luka berat 308 orang, korban luka ringan sebanyak 690 orang. Data pelanggaran Lalu Lintas Tahun 2019 sebanyak 23.887 kasus sedangkan Tahun 2018 sebanyak 22.705 kasus sehingga mengalami peningkatan sebanyak 1.182 kasus atau 5,20%.

Kecelakaan Udara pada Tahun 2019 sebanyak 4 kejadian yang terjadi di Kabupaten Puncak, Kubupaten pegunungan Bintang dan Kabupaten Mimika. Kecelakaan laut pada Tahun 2019 50 kali (Kab. Merauke, Kab. Mimika, Kab. Nabire, Kabupaten Kep Yapen, Kab. Supiori, Kab. Jayapura dan Jayapura Kota).

Dibeberkan Kapolda bila pihaknya selama tahun 2019 telah melaksanakan delapan operasi kamtibmas, diantaranya Operasi Amole I 2019, Operasi Keselamatan Matoa-2019, Operasi Bina Kusuma Matoa – 2019, Operasi Ketupat Matoa 2019, Operasi Bina Kusuma Matoa II, Operasi Patuh Matoa – 2019, Operasi Bina Waspada Matoa dan Operasi Kasih Matoa 2019 serta operasi Lilin Matoa 2019 yang sementara berlangsung.

Kapolda juga menjelaskan bila selama tahun 2019 terjadi 23 kasus gangguan keamanan oleh Kelompok Sipil Bersenjata (KKB), yang terjadi di Polres Puncak Jaya, Polres Jayawijaya Polres Mimika dan Polres Paniai. Dalam kasus tersebut terdapat korban  dari TNI/Polri dan masyarakat yaitu anggota TNI/ polri sebanyak 10 meninggal dunia dan masyarakat meninggal dunia sebanyak 10 orang.

” Kami berharap di tahun 2020 gangguan keamanan oleh KKB bisa berkurang, karena kita akan menghadapi dua agenda besar di Papua, yakni PON XX dan pilkada serentak di 11 Kabupaten, ” Pintah Kapolda.

Kapolda juga memprediksikan bila di tahun 2020 akan ada gangguan Kamtibmas terkait dengan masih adanya mahasiswa eksodus yang belum kembali ke Kota Studi masing-masing, Adanya agenda pilkada tahun 2020 dan adanya Agenda Pelaksanaan PON Tahun 2020.

” Mari kita semua sama-sama berdoa dan saling bahu-membahu untuk menjaga keamanan di Tanah Papua, karena tahun 2020 ada agenda besar yang sudah menanti kita, bila situasi tidak aman maka agenda besar tersebut akan terganggu dan yang dirugikan kita sendiri, semoga Tuhan memberkati kita semua, ” Pungkas Kapolda Papua, Irjen Pol Paulus Waterpauw. (Redaksi Topik)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here