Sugeng Kusharyanto : Mengapa Harus Hendry yang Dibunuh..?

0
Jenasah Hendry Jovinski saat tiba di bandara Soekarno Hatta / ist

Jayapura, Topikpapua.com, –  Kematian Hendry Jovinski, Staf KPU yang di bunuh OTK di kabupaten Yahukimo Papua, meninggalkan kepedihan mendalam bagi keluarga.

Sugeng Kusharyanto (54), ayah dari Henry Jovinski mempertanyakan kenapa anaknya yang justru diserang oleh OTK. Padahal, menurut Sugeng, Henry bukanlah penentu kemenangan dalam Pilkada.

“Anak saya bukan penentu pemenang pilkada atau penentu caleg di sana. Dia hanya orang IT (kerja) di belakang layar. Makanya saya bertanya-tanya kenapa anak saya,” kata Sugeng saat di temui wartawan di rumah duka di Desa Sidokarto, Kecamatan Godean, Sleman, Jogyakarta., Rabu (12/08/20), seperti dilansir dari detiknews.com

Dikisahkan Sugeng, Henry merupakan lulusan ITT Telkom Purwokerto, jurusan rekayasa perangkat lunak. Setelah lulus, Henry kemudian bekerja dan mendaftar sebagai PNS dan diterima untuk kemudian ditempatkan di Papua.

“Bertugas di KPUD Yahukimo penempatannya sejak 2019, sesudah Pilpres dia berangkat. Bulan Juni jadi ASN,” Ungkap Sugeng.

Sugeng mengaku, walau Hendry ditugaskan di KPU Yahukimo, namun lebih banyak membantu di KPU Papua, “Penempatan penugasan di Yahukimo tapi lebih banyak membantu di KPU Provinsi Papua. Jadi kemarin itu kebetulan ada sosialisasi pilkada di sana (Yahukimo) dan Henry berangkat dengan pimpinannya,” Jelas Sugeng.

Dirinya berharap polisi agar mengusut tuntas kasus kematian putranya. Sugeng ingin agar pelaku mendapatkan hukuman setimpal.

“Saya minta diusut tuntas siapapun pelakunya mohon diusut. Tangkap kalau dia terbukti (bersalah). Kasih hukuman setimpal,” kata Sugeng.

Sugeng Kusharyanto, ayah dari Alm. Henry Jovinski / ist

Hendry Dimata Keluarga

Adik dari Hendrik Jovinski, Helga Mauli Jovinska (17) masih tidak menyangka jika kakaknya yang bertugas di Yahukimo menjadi korban kebrutalan gerombolan OTK di Papua.

“Kami tidak menyangka, kaget banget pas dengar beritanya,” ujar Helga kepada wartawan, seperti di lansir dari tribunnews.com.

 Helga menceritakan jika hampir dua hari terakhir Hendry tidak memberikan kabar melalui telepon, “Biasanya almarhum selalu berkomunikasi setiap harinya melalui sambungan telefon, “Ujarnya.

Menurutnya, Keluarga terakhir kali telepon dua hari yang lalu, karena sering terkendala sinyal. Helga bercerita jika dirinya merupakan dua bersaudara.

Tewasnya Hendry sangat membuat keluarga terpukul terutama bagi ibunda. Apalagi Hendry sempat pulang ke Banyumas beberapa bulan yang lalu.

“Sempat pulang ke Banyumas waktu Papua kebakaran itu sempet pulang, Seperti sudah firasat begitu, berat banget, tapi mau bagaimana lagi karena sudah menjadi tugas negara, menjadi PNS akhirnya berangkat, “Ujar Helga.

Sementara itu, berdasarkan keterangan dari Sekertaris KPU Papua, Rylo M. Panai, pada Rabu malam, jenasah Hendry di laporkan telah tiba Bandara Soekarno Hatta dan diterima langsung oleh Plt. Sekjen KPU RI, Deputi Administrasi dan Staf Sekretariat KPU RI.

Jenasah Hendry lalu di bawa dengan mobil jenasah menuju rumah duka di Desa Sidokarto, Kecamatan Godean, Sleman, Jogyakarta, “Karena tidak ada penerbangan malam, jadi kita bawa pake mobil ke rumah duka, perjalanannya sekitar 7 jam,”Kata Sekertaris KPU Papua, Rylo M. Panai.

Setelah di semayamkan semalam di rumah duka, Kamis pagi , sekitar pukul 09.00 Wib jenasah Hendry Jovinski telah di makamkan(Redaksi Topik)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here