Kapolresta Kota Jayapura Kombes Polisi Gustav R Urbinas foto bersama warga usai sepakat berdamai/foto istimewa

Jayapura, Topikpapua.com,- Kapolresta Jayapura Kota Kombes Polisi Gustav R Urbinas mengungkapkan, dua kelompok warga yang terlibat dalam aksi bentrok di kawasan Jalan Baru, Abepura, Jayapura, Papua telah menandatangani perjanjian damai pada Kamis 21 September 2021 malam.

Menurut Gustav, proses mediasi tersebut dipimpin langsung olehnya dan disaksikan sejumlah pejabat kepolisian serta tokoh masyarakat setempat.

” Jadi dari hasil mediasi yang telah dilakukan ada beberapa poin yang intinya kedua belah pihak sepakat untuk berdamai. Kemudin juga mereka sepakat untuk mengganti kerugian akibat bentrokan tersebut,” kata Gustav di Jayapura, Jumat (22/10/2021).

Kesepakatan berdamai juga, lanjut Gustav, dijamin oleh kepala daerah agar masing-masing warganya tak lagi melakukan hal-hal melanggar hukum lainnya.

“Surat pernyataan tersebut juga menjanjikan bahwa kedua belah pihak yang berseteru tak ada saling dendam dan mengganggu ataupun bermusuhan. Jadi, sekali lagi dengan dibuatkan surat pernyataan ini, kedua belah pihak menyepakati hal tersebut dan tidak akan mengingkari, namun apabila ada yang melanggar maka siap diproses sesuai hukum yang berlaku,” tegas Gustav.

Ditegaskan Gustav, pihaknya telah
mengingatkan kepada masyarakat setempat agar tak membela pihak yang terlibat apabila kembali terjadi permasalahan yang sama. Pasalnya, kata Gustav, bentrokan yang terjadi pada Rabu 20 Oktober 2021 malam itu tidak mewakili suku yang berada di Papua.

” Bentrokan itu murni karena kedua kelompok itu saling menyerang.
Hanya saja bentrokan melibatkan orang asli Papua dengan warga pendatang, tapi tidak ada kaitannya dengan suku jadi tolong tidak dipolitisir,” pintanya.

Diketahui bahwa penyerangan antarwarga itu terjadi pada Rabu sekira pukul 21.20 WIT. Saat itu, salah seorang warga asli Papua yang jatuh terluka usai mengalami kecelakaan hendak berobat terapi di kios dekat kompleks warga pendatang.

Sayangnya, warga orang Papua tersebut justru mengaku ke masyarakat di kampungnya bahwa ia dikeroyok di sekitar kios. Sontak, hal itu yang menyulut terjadinya bentrok.

Dari peristiwa itu ada tiga orang korban dari warga pendatang mengalami luka ringan dan tengah mendapat perawatan medis di RS AL Hamadi. Sementara, dua orang asli Papua turut terluka dan sedang dirawat di RS Bhayangkara. (Redaksi Topik)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here