Kebakaran di Karubaga yang sebabkan seorang bayi meninggal dunia/foto ist

Jayapura, Topikpapua.com, – Kebakaran rumah dan kios hingga mengakibatkan korban jiwa kembali terjadi di Muara Giling Batu, Distrik Karubaga, Kabupaten Tolikara, Papua.

Kali ini seorang bayi bernama Aslan, dikabarkan meninggal dunia dalam peristiwa kebakaran yang terjadi Sabtu (19/2/2022) sekitar pukul 12.30 WIT.

“Ya, dalam kebakaran ini bukan saja menghanguskan puluhan rumah dan 1 kios, tapi juga mengakibatkan satu orang bayi meninggal dunia,” ujar Kabid Humas Polda Papua, Kombes Polisi Ahmad Musthofa Kamal.

Kamal menjelaskan, kronologi kebakaran berawal saat Asmar, orang tua bayi sedang berada di bengkel dan ibu korban tengah memasak di dapur. Kemudian, ibu korban menyuruh sang ayah membawa kedua anaknya untuk tidur siang, setelah itu baru kembali ke bengkel.

“Kurang lebih tiga menit istrinya selesai memasak kemudian membangunkan anaknya untuk makan siang. Setelah itu suaminya naik dengan maksud mengambil anak-anaknya tiba-tiba mendengar letusan yang pertama kecil dan kedua letusan besar,” kata Kamal.

Kemudian, lanjut Kamal, Asmat membawa turun anak pertamanya dan kembali ke kamar untuk mengambil anak keduanya (korban), namun tidak dapat terselamatkan.

“Karena tiba-tiba Asmat melihat api dari samping rumahnya, sehingga memutuskan untuk lompat keluar dari rumahnya dan terjatuh ke jurang dengan ketinggian sekitar 20 Meter. Jadi, anak bayinya itu tidak dapat tertolong,” jelasnya.

Sekitar pukul 12.45 WIT, personel Polres Tolikara yang melihat kejadian tersebut langsung menuju ke TKP dan dipimpin Wakapolres Tolikara, AKP Dallon Togatorop. Atas bantuan masyarakat setempat, polisi berupaya memadamkan api dengan alat seadanya serta mengevakuasi barang-barang kios. Baru sekitar pukul 13.25 WIT, api berhasil dipadamkan.

“Kasus ini sedang dalam penyelidikan dan penyidikan Satuan Reskrim Polres Tolikara. Untuk kerugian materil masih didalami,” terang Kamal.

Dirinya pun menghimbau seluruh masyarakat agar waspada dalam melakukan aktifitas memasak dan memperhatikan penggunaan alat elektronik, seperti penggunaan cargee pada telepon seluler.

“Harus dipastikan dalam kondisi layak serta memperhatikan instalasi listrik untuk mencegah korsleting arus listrik, karena hal-hal tersebut rawan sebagai penyebab terjadinya kebakaran,” pungkas Kamal. (Redaksi Topik)

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here