Senin Besok, Aktifitas Pemerintahan Kembali Normal, Para Pengungsi di Pindahkan

0
Bupati Jayapura, Mathius Awoitauw saat memberikan keterangan pers di posko induk penanganan banjir bandang sentani / Istimewa

Sentani, Topikpapua.com,  –  Memasuki hari ke delapan pasca banjir bandang yang menerjang kabupaten Jayapura dan sekitarnya, aktifitas perkantoran di Kantor Bupati Kabupaten Jayapura akan kembali di aktifkan. Ribuan pengungsi yang sejak banjir menjadikan halaman kantor bupati sebagai tempat mengungsi akan segera di pindahkan.

Selain itu, sekolah-sekolah yang ada di beberapa tempat yang tidak terkena dampak bencana banjir bandang akan mulai diaktifkan kembali.

 “Jadi dalam waktu satu minggu ini kita sudah ungsikan para pengungsi, tetapi juga dalam minggu itu kita harus alihkan lagi para pengungsi yang ada di kantor bupati ini ke titik-titik tempat pengungsi yang lain. Tentu ini menjadi penanganan kita yang ke dua kali, namun semua sudah terdistribusi hari ini dengan lancar. Nah, dengan demikian aktivitas kantor dan pegawai negeri pada hari Senin besok sudah kembali seperti semula,” Jelas Bupati Jayapura, Mathius Awoitauw, di Posko Induk Tanggap Darurat Banjir Bandang, Lapangan Upacara Kantor Bupati Jayapura, Minggu (24/03/19).

Mathius mengakui, pastinya ada pegawai yang terkena dampak dari bencana tetapi dalam kondisi apapu pun kantor tetap akan dilaksanakan seperti biasa.

“Kemudian juga sekolah-sekolah mulai besok sudah aktif kembali namun tidak semua tempat, karena ada daerah daerah yang terkena dampak bencana dan ada dalam pengunsian,” Beber Mathius.

Mathius mengatakan, semua informasi terkait pengaktifan sekolah-sekolah sudah disampaikan sejak beberapa hari yang lalu bahwa aktivitas belajar mengajar sudah nulai aktif kembali pada Senin besok sehingga guru-guru dan relawan telah bersama-sama membersihkan beberapa sekolah tersebut.

Terkait pelayanan pemerintah kepada para pengungsi selama seminggu di halaman kantor bupati, Bupati Mathius mengakui pihaknya sudah memberikan pelayanan terbaik kepada para pengungsi baik logistik maupun layanan kesehatan juga sudah dilakukan dengan maksimal.

“Ya, walaupun pastinya ada kekurangan-kekurangan yang terjadi tetapi semua tim gabungan dari dua ribu tenaga termasuk relawan sudah melakukan pelayanan maksimal kepada para korban dan ini patut saya apresiasi,” Pungkas nya. (Irf)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here