Kapolresta Jayapura Kota saat memberikan keterangan pers terkait dua pelaku narkoba antar provinsi/Ist

Jayapura, Topikpapua.com, –  Dua orang pemuda asal Nusa Tenggara Barat berinisial AS dan ES langsung di boyong ke Mapolresta Jayapura Kota, sesaat setelah tiba di Kota Jayapura.

Dua pemuda yang berangkat dari Kota Batam dengan Tujuan Kota Jayapura ini, diduga sebagai jaringan narkoba antar Provinsi. Hal itu, menyusul adanya temuan barang bukti narkoba jenis seberat  193,3 gram.

“Kedua pelaku ini kita tangkap diseputaran halaman Hotel Galaxi Waena, sekitar pukul 08.00 WIT, Selasa 27 Oktober,” kata Kapolresta Jayapura Kota AKBP Gustav R. Urbinas, didampingi Kasat Resnarkoba Iptu Julkifli Sinaga dan Kasubbag Humas AKP Jahja Rumra, lewat keterangan pers, Kamis (29/10/20).

Kata Kapolresta, penangkapan kedua pemuda tersebut berdasarkan informasi, dimana keduanya ini telah di buntuti tim Opnas Satuan Narkoba Polresta Jayapura Kota.

“Jadi kita sudah mengetahui kendaraan yang mereka tumpangi dan saat pengeledahan ditemukan sejumlah barang bukti,” kata Kapolresta Gustav.

Barang bukti sabu yang dibawa kedua pelaku ini, kata Kapolresta, sebanyak 4 paket dengan total 193, 3 gram dan sembunyikan dalam ransel yang digunakan AS. “ Jadi BB ini bisa lolos dari pemeriksaan di Bandara, lantaran di sembunyikan di dalam wadah makanan.

“Pelaku terbilang cukup lihai dan terlatih, mereka memasukan barang haram tersebut ke dalam roti, dan saat tiba di bandara sabu tersebut dikeluarkan dari dalam roti dan dimasukkan kedalam ransel,” jelas Kapolresta.

Kasat Resnarkoba Iptu Julkifli Sinaga, S.IK mengatakan pihaknya masih mengembangkan kasus ini, penyidik masih memintai keterangan AS dan ES guna mengungkap pelaku lainnya terkait peredaran sabu tersebut.

“Pemilik sabu di batam masih kami dalami, dan tim akan terus lakukan penyelidikan terhadap jaringan ini hingga ke pemesannya, ” katanya.

Iptu Julkifli menambahkan, ini merupakan kasus peredaran sabu terbesar yang ditangani polresta Jayapura Kota dengan barang bukti seberat 193,3 Gram, sepanjang tahun ini sudah 14 kasus sabu dengan total barang bukti 349,02 Gram yang telah ditangani satuan resnarkoba, pada umumnya sabu didatangkan tersangka dari luar papua melalui jasa pengiriman.

Ia menambahkan dari Identitas KTP kedua pelaku ini, masing-masing  AS (25) warga Kampung Sandubaya Timur, Desa Labuhan Lombok, Kecamatan Pringgabaya, Kabupaten Lombok Timur, Provinsi Nusa Tenggara Barat dan ES (23) warga  Dusun Jurumapin Orong, Kabupaten Sumbawa, Provinsi Nusa Tenggara Barat.

Atas perbuatannya, AS dan ES dijerat pasal 112 ayat 2 Undang-undang nomor 35 tahun 209 tentang narkotika Jo Pasal 55 Ayat (1) ke 1 KUHP dengan ancaman hukuman penjara paling lama seumur hidup dan paling rendah 20 tahun. (Redaksi Topik)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here