Sambut HUT Kota Jayapura ke-109, 50 Anak ikuti Lomba Bercerita Budaya Lokal

0
Walikota Jayapura, Benhur Tommy Mano bersama Peserta lomba bercerita budaya local / istimewa

Jayapura, Topikpapua.com, – Menyambut HUT Kota Jayapura yang ke -109, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Jayapura menggelar lomba bercerita budaya lokal. Lomba yang di khususkan untuk anak tingkat sekolah Dasar ini di gelar di gedung Sian soor, Kantor Walikota Jayapura, Selasa (19/02/19).

Sebanyak 50 peserta dari 32 sekolah menjadi peserta lomba.  Wali Kota Jayapura Dr Benhur Tomi Mano, MM berharap dengan lomba ini generasi muda di port numbays bisa semakin mengenal budaya lokal dan sejarah Kota Jayapura.

“Sejarah sangat penting diajari ke siswa-siswi, mereka harus paham sejarah berdirinya Kota Jayapura yang telah berganti nama empat kali dengan nama Hollandia, Soekarnopura, Numbay hingga Kota Jayapura,” beber Walikota BTM.

Walikota juga berharap agar para siswa-siswi peserta lomba mengenal siapa pemimpin Kota Jayapura, motto pembangunan Kota Jayapura dan ragam budaya Port Numbay sebagai kampung adat.

Dijelaskan Walikota kisah berdirinya Kota Jayapura sebagai sebuah pemerintahan, yang diawali pada 7 Maret 1910. Momen bersejarah tersebut diawali dengan berkibarnya bendera pemerintahan Belanda, hingga berkibarnya bendera Merah Putih pada peristiwa pembebasan Irian Barat, 1 Mei 1969.

“ lomba bercerita budaya lokal ini juga menjadi momen menumbuhkan nasionalisme sejak dini. Provinsi Papua dengan Ibu Kota Jayapura merupakan bagian integral dari NKRI sejak resmi kembali ke pangkuan tanah air Indonesia. Nasionalisme juga sebagai wujud membangun manusia di Papua dalam memerangi kebodohan dan kemiskinan, “Jelas BTM.

Lanjut nya, sistem adat yang ada di Kota Jayapura atau negeri Port Numbay adalah sistem monarki absolut pada masing-masing keondoafian dengan Ondoafi sebagai kepala suku, yang tersebar di 14 kampung menjadi wawasan lokal yang harus diketahui siswa-siswi.

“ Vsi kita di port numbay adalah ‘Terwujudnya kota yang beriman, mandiri, bersatu, modern, berbasis kearifan lokal’, untuk itu saya berharap Dinas Pendidikan membuat literatur tentang kearifan lokal di Kota Jayapura tentang bahasa kampung hingga adat istiadat Port Numbay, “ Pungkas BTM. (Redaksi Topik)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here