Saling Balas Serang 10 Honai di Wamena Terbakar, 5 Orang Kena Panah

0
10 unit Honai terbakar akibat serangan balasan pihak keluarga korban pembunuhan di Wamena/Ist

Jayapura, Topikpapua.com, –  Kematian dua warga sipil atas dua peristiwa pembunuhan berbeda di Wamena, berbuntut kericuhan yang menyebabkan 10 honai terbakar dan 5 korban luka-luka.

Kapolda Papua, Irjen Pol Paulus Waterpauw menyebut, aksi pembakaran itu, masih terkait dengan peristiwa pembunuhan dua warga masyarakat dalam dua kasus berbeda.

“ Jadi peristiwa pembakaran hari ini, diduga kuat masih terkait dengan dua kasus pembunuhan kemarin (Selasa,Red),” kata Kapolda, Rabu (19/08/20).

Kapolda menjelaskan, hingga saat ini aparat keamanan telah berhasil menyekat pergerakan dua kelompok massa tersebut. Sehingga dapat dipastikan, situasi sudah cukup kondusif.

“Tim gabungan sudah di lokasi, untuk melakukan pengamanan, namun belum ada yang ditangkap lantaran aparat fokus melerai kedua kelompok dan petugas tetap stanby untuk menjaga kemungkinan lain,” kata dia.

suasana di UGD RS Wamena saat aparat mengevakuasi korban terluka / ist

Kapolda kembali menjelaskan, terbunuhnya dua warga tersebut, merupakan dua peristiwa berbeda. Kasus bermula saat seorang warga Kampung Meagama bernama Kalolik ditemukan dalam kondisi tewas pada Selasa (18/8/2020).

“Korban ini hilang sejak Juli 2020 lalu, dan ditemukan tewas, selanjutnya kerabat korban mengambil kesimpulan bila pelaku pembunuhan adalah Kepala Kampung Meogama, Ismail Elopere,” kata Kapolda.

Akibat kecurigaan itulah, kemudian terjadi serangan, sehingga kepala kampung Ismail Elopere juga terbunuh.

Terbunuhnya Ismail juga menimbulkan dendam dari pihak keluarga, hingga akhirnya, kerabat Ismail memutuskan untuk melakukan balasan dengan membunuh Yarius Elopere (25 tahun) pada malam harinya.

Kapolda mengimbau agar para tokoh adat bisa menahan diri dan memberikan waktu kepada aparat keamanan untuk mengungkap kasus tewasnya Kalolik.

“Pimpinan adat diimbau bisa menahan diri karena dugaan pertama hilang dan tewasnya Kalolik belum tentu benar karena ada laporan bahwa korban memiliki gangguan jiwa,” kata Kapolda. (Redaksi Topik)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here