Saber Pungli OTT Posko Rapid Tes Jayawijaya di Sentani, Uang Belasan Juta Disita

0
Kapolda Papua, Irjen Pol Paulus Waterpauw

Jayapura, Topikpapua.com, – Satgas Saber Pungli Papua melakukan Operasi Tangkap Tangan (OTT) terhadap petugas pelayanan rapid tes Kabupaten Jayawijaya yang membuka posko perwakilan di bandara Sentani, Rabu (21/10/20).

Empat petugas di amankan ke Mapolda Papua untuk diminta keterangan. Selain itu tim juga uang tunai serta sejumlah alat bukti administrasi seperti buku registrasi, kwitansi, hasil rapid tes di sita.

“Tim Saber Pungli ini turun ke lokasi berdasarkan pengaduan masyarakat tentang tarif Rapid Test yang terlalu tinggi di Kantor Perwakilan Kabupaten Jayawijaya,” kata Kapoda Papua, Irjen Pol Paulus Waterpauw saat jumpa pers di Mapolda Papua, Kamis (22/10/20)

Kapolda menjelaskan, tim tersebut dipimpin langsung Ketua Pelaksana Kombes Pol Alfred Papare menuju ke Bandara Sentani, dan langsung melakukan OTT terhadappetugas yang melayani penumpang tujuan Kabupaten Jayawijaya, dengan kewajiban membayar Rapid Tes sebesar Rp250 ribu.

“Ini menjadi temuan, karena telah ada Surat Edaran Kemenkes RI Nomor 2875 tahun 2020 tentang batasan tarif tertinggi Rapid test dengan harga Rp150 ribu. Dan berlaku untuk masyarakat yang melakukan pemeriksaan Rapid Tes Antibodi atas permintaan sendiri (bukan dipaksa). Namun praktek yang dilakukan oleh para petugas yakni memungut tarif sebesar Rp.250 ribu per orang,” jelas Kapolda.

Hal ini juga kata Kapolda dianggap sangat memberatkan masyarakat atau penumpang yang tujuan keberangkatan ke Kabupaten Jayawijaya. Apalagi di Bandara Sentani juga menyediakan pelayanan Rapid Tes dengan tarif hanya Rp.130 ribu,” kata Kapolda.

Lanjut Kapolda, saat ini empat petugas yang diamankan  telah dipulangkan setelah memberikan klarifikasinya kepada petugas penyidik.

“Untuk kasus ini, Penyidik menerapkan Pasal 12 E Undang Undang Nomor 31 Tahun 1999 yang telah dirubah dalam Undang – Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Tindak Pidana Korupsi dengan ancaman hukuman paling singkat empat Tahun Penjara dan maksimal  seumur hidup,” katanya.

Kapolda memberikan apresiasi kepada warga yang melaporkan sehingga tim saber pungli dengan cepat mengambil langkah untuk melakukan OTT.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada masyarakat yang telah dewasa untuk melaporkan hal tersebut, sehingga kami dengan cepat melakukan langkah-langkah penegakan hukum,” kata Kapolda. (Redaksi Topik)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here