Rumah dan kios warga yang terbakar akibat ricuh di kabupaten Dogiyai / ist

Jayapura, Topikpapua.com, –  Kericuhan terjadi di kabupaten Dogiyai Kamis 16 Juli 2021, akibatnya 32 rumah dan kios terbakar. 1 warga juga dilaporkan Meninggal dan satu lainnya terkena panah.

Komandan Korem 173/PVB Brigjen TNI Iwan Setiawan menjelaskan bila awal kericuhan dipicu saat 5 anggota Paskhas dari Yonko 463/Trisula menegur sekelompok orang yang sedang mabuk di runway bandara.

“ Jadi kejadian itu ada masyarakat yang mabuk di runway, dan anggota paskhas yang bagian pengamanan bandara datang untuk mengingatkan mereka, tetapi mereka tidak terima, karena mabuk mereka memukuli anggota paskhas, “Ungkap Brigjen Iwan, Jumat (16/07/21).

Akibat penyerangan tersebut dua anggota Paskhas dilaporkan terluka, yakni Didik Prayudi dan Atok Tri Utomo.

Danrem menyebut Kondisi dua anggota paskhas yang di keroyok saat ini sudah sadar dan telah dievakuasi ke Enarotali.

“Setelah itu malamnya mereka memprovokasi masyarakat lainnya untuk melakukan aksi anarkis, melakukan pembakaran terhadap rumah warga pendatang dan kios-kios, data yang saya terima ada 13 rumah yang terbakar dan ada 19 kios yang juga dibakar, “Beber Danrem.

Danrem juga menyebut ada satu warga yang ditemukan meninggal dunia akibat terbakar dan satu warga lainnya terkena panah.

aparat saat mengevakuasi Jenasah Hendrik Simatupang dati puing-puing kios yang terbakar / ist

“Laporannya ada satu warga yang kita temukan meninggal akibat terbakar, waktu kejadian korban ini tidak bisa menyelamatkan diri karena kondisi nya sedang sakit, dan ada juga satu warga yang kena panah, “Ungkasp Danrem.

Korban Meninggal atas nama Hendrik Simatupang sedangkan korban luka kena panah atas nama Ester Paruka.

Menurut Danrem, paska aksi anarkis pembakaran rumah dan kios warga, Dandim, wakapolres nabire serta anggota TNI-Polri langsung di kerahkan dari Nabire menuju Dogiyai.

“Saya langsung perintahkan mereka ke TKP untuk mencari tau tentang kejadian di lapangan dan saat ini mereka sedang diskusi untuk menyelesaikan masalah tersebut. Saat ini situasinya sudah reda dan mudah-mudahan tidak adalagi aksi lanjutan, “Kata Danrem.

Ratusan Warga Mengungsi

Paska aksi pembakaran rumah dan kios warga, dilaporkan juga sedikitnya lima ratusan warga mengungsi ke markas TNI-Polri yang ada di Dogiyai.

“Saat ini banyak warga pendatang yang ketakutan dan mengamankan diri kepada kita TNI-Polri. Ada beberapa titik yang dijadikan tempat pengungsian, ada yang di koramil, ada yang ke pos paskhas, bataliyon 251, Polsek dan markas brimob, “Ungkap Danrem 173/PVB Brigjen TNI Iwan Setiawan.

Walau tak menyebut angka pasti, namun menurut Danrem ada sekitar lima ratusan warga yang saat ini memilih mengungsi.

“Total pastinya belum tau ya, tapi sekitar lima ratusan  warga yang mengungsi, angka pastinya belum saya dapat dan Saat ini anggota sudah kita kerahkan dari Nabire ke Dogiyai untuk membantu mengamankan situasi disana dan menjaga warga pendatang yang mengungsi, “pungkas Danrem. (Redaksi Topik)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here