Polres Jayawijaya Salurkan Bantuan KKSS Papua bagi Korban Rusuh Wamena

0
Kapolres Jayawijaya, Akbp Tonny Ananda saat memberikan bantuan kepada salah satu keluarga korban / ist

Wamena, Topikpapua.com, –  Kapolres Jayawijaya, AKBP Tonny Ananda menyalurkan bantuan dari Kerukunan Keluarga Sulawesi Selatan (KKSS) Provinsi Papua kepada korban meninggal dunia pada peristiwa Rusuh Wamena, 23 September lalu.

Penyerahan bantuan tersebut di serahkan pada Sabtu (19/10/19) di Ruang Data Polres Jayawijaya, dan di terima oleh Tokoh masyarakat Padang H. Helmi, Ketua IKT, Jayawijaya Yohanes Tukku, perwakilan korban Suku Toraja Jonatan Tandibua, Perwakilan korban suku Makassar Sukiman, perwakilan Keluarga Korban suku Palopo Daniel Raba, perwakilan keluarga korban suku Toraja Luter Sampe dan perwakilan suku Jawa H. Solehuddin.

” Bantuan yang di berikan ini berasal dari KKSS Papua yang di titipkan kepada bapak Kapolda Papua, dan hari ini kami serahkan kepada perwakilan paguyuban yang menjadi korban, khususnya yang meninggal dunia pada peristiwa 23 September lalu, ” Jelas Kapolres.

Selain menyampaikan rasa turut berduka cita kepada keluarga korban, Kapolres juga menyampaikan bahwa Polisi serius menangani kasus kerusuhan wamena ini dan telah menetapkan sedikitnya 14 Tersangka serta masih memburu beberapa orang lagi yang hingga saat ini telah di ketahui identitasnya.

” Aktor dan pelaku telah kita dapatkan, dan kita masih terus melakukan pengembangan kasus tersebut, ” Kata Akbp Ananda.

Menurutnya, pada peristiwa 23 September lalu ada kelompok tertentu yang sengaja ingin mengacaukan Papua agar mendapatkan perhatian dari PBB, dan mereka bukan berasal dari Wamena.

” Kejadian kemarin bukan demo, namun menyerang warga, kejadian kemarin berawal dari profokatif di SMU PGRI, sekolah itu disusupi oleh kelompok kelompok yang ada di Jawa. Kelompok anak SMA ini disuruh mengacaukan di dalam kota sehingga konsenterasi aparat di dalam kota sedangkan yang lainnya dipinggiran kota, ” Jelas Kapolres.

 Diungkapkan Kapolres bila saat kerusuhan terjadi, pihaknya telah melaksanakan penenganan sesuai dengan prosedur yaitu dengan gas air mata, peluru hampa dan peluru karet, namun diakui nya bila massa saat itu sangatlah kompleks, yaitu kolaborasi dari kelompok KKB, Kelompok masyarakat yang sakit hati pasca legislatif dan massa yang hanya ikut-ikutan saja.

” Permasalahan yang terjadi di Wamena cukup kompleks, saya minta dengan hormat agar kita melihat kedepan dan kita selalu berdoa agar yang Meninggal dalam kejadian kemarin dapat diterima di sisinya. Kita sudah bertindak tegas dan terukur kemarin karena sudah ada kelompok separatis politik yang bermain, ” ungkapnya. (Redaksi Topik)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here