Polda Papua Periksa dr. Manansang Terkait Obat Illegal HIV/AIDS

0
Kanit I Sub Dit Indagsi Reskrimsus Polda Papua, AKP. Komang Yustrio Wirahadi di dampingi Kabid Humas Polda Papua, Kombes Pol AM Kamal / Ist

Jayapura, Topikpapua.com, –  Polda Papua saat ini sedang menyidik kasus yang melibatkan dokter Jhon Manansang terkait penjualan obat/suplemen Purtier Placenta yang di klaim dapat menyembuhkan penyakit HIV/AIDS.

Penyidikan tersebut mencuat setelah Polisi mendapat pengaduan dari masyarakat yang mengeluh pasca pengunaan obat/suplemen Purtier Placenta.

” Awal pengenalan obat ini di perkenalkan oleh dokter Manangsang sebagai pengganti obat HRV, kami mendapat keluhan dari banyak orang yang sudah mengkomsumsi obat ini, bahwa kesehatan nya malah tidak membaik, menurun bahkan ada yang meninggal dunia, ” Ungkap Kanit I Sub Dit Indagsi Reskrimsus Polda Papua, AKP. Komang Yustrio Wirahadi kepada Redaksi Topik, Senin (03/02/20).

Menurut Komang hingga saat ini dari hasil laporan masyarakat dan hasil penyidikan polisi, di dapati sudah empat orang di laporkan meninggal dunia akibat mengkomsumsi obat/suplemen Purtier Placenta.

” Ada laporan dari warga sudah empat orang yang meninggal dunia akibat mengkomsumsi suplemen ini, sementara itu kami juga sudah memeriksa tiga saksi yang mana mereka adalah pemakai obat/suplemen itu. ketiganya adalah korban yang juga adalah penderita HIV, ” Beber Komang.

Menurut Komang, dari hasil keterangan dan verifikasi di lapangan, peredaran obat/suplemen Purtier Placenta sudah hampir dua tahun lamanya, namun baru terungkap setelah banyaknya orang yang mengadu baik itu ke balai POM, KPA  dan ke Polisi.

“Kebanyakan aduannya sama yakni sejak mengkomsumsi suplemen tersebut mereka tidak sembuh tetapi kesehatannya semakin menurun, sementara mereka sudah mengeluarkan uang yang cukup banyak untuk membeli suplemen tersebut, ” Jelasnya.

Lanjut Komang bila pihaknya juga telah berkoordinasi dengan Balai Pegawasan Obat dan Makanan Provinsi Papua terkait peredaran obat/suplemen Purtier Placenta.

” Balai POM juga sudah menyampaikan kepada kami bahwa penyebaran obat ini sudah sangat meresahkan, khususnya di tanah Papua, dan menurut mereka (BPOM) sebenarnya Purtier Placenta ini adalah suplemen dan bukan obat, ” tukasnya.

Lanjutnya, setelah di selidiki ternyata Purtier Placenta adalah suplemen generasi keenam, dimana kandungan nya ada plasenta rusa di dalamnya, ” Balai POM sudah menyampaikan ke kami bahwa barang ini belum memiliki ijin edar, jadi belum layak untuk di komsumsi atau diedarkan ke masyarakat secara luas, ” Tegas AKP Komang.

” Kami sudah menyita suplemen plasenta ini dari dokter jhon manangsang sebanyak 30 kotak, dimana satu kotaknya berisikan 30 pil. harga 1 kotak ini adalah 6 juta rupiah, tapi di daerah jawa harganya hanya 1-2 juta rupiah, ” Tambah nya.

Menurut Komang, atas temuan ini bila terbukti maka tersangka nantinya akan di kenakan pasal tentang kesehatanyakni, 197 junto pasal 106 dengan ancaman 15 tahun penjara.

” Perkara ini sudah kami lakukan penyidikan tapi belum ada penetapan tersangka, jadi dokter Jhon hingga saat ini statusnya masih saksi. dalam hal ini kami butuh proses lebih lanjut tidak serta merta menetapkan orang sebagai tersangka sebelum melewati tahapan-taapan pemeriksaan saksi, pengumpulan barang bukti dan langkah lainnya, ” Ungkap AKP Komang.

Disinggung soal penyebaran obat/suplemen yang sudah menyebar ke banyak daerah di Papua dan banyaknya penjual obat/suplemen tersebut (selain dr Jhon) , AKP Komang mengaku bila pihaknya saat ini baru memanggil dr Jhon sebagai saksi karena menemukan bukti bahwa dr Jhon menyatakan obat/suplemen Purtier Placenta adalah obat HIV/AIDS.

” Ada beberapa orang yang juga mengedarkan barang ini tapi sebagai suplemen, tetapi untuk dokter manansang mengedarkan barang ini dengan pengakuan ini adalah obat pengganti HRV yang dapat menyembuhkan HIV/AIDS, bahkan meyakinkan konsumennya lewat tulisan nya di buku dan di berbagai seminar yang mengatakan bahwa plasenta ini adalah obat HIV, sedangkan kami verifikasi ternyata hanyalah suplemen, ” kata AKP Komang menjelaskan alasan pemanggilan dokter Jhon sebagai saksi.

” kami menghimbau kepada masyarakat agar tidak salah menafsirkan, yang ingin kami sampaikan bahwa apa yang di sampaiakan oleh dokter manansang bahwa Purtier Placenta yang di jualnya adalah obat itu salah, yang benar adalah suplemen makanan yang notabene tidak bisa menyembuhkan penyakit HIV atau penyakit lainnya, ” Pungkas AKP. Komang Yustrio Wirahadi. (Redaksi Topik)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here