Ketua Pemuda Mandala Trikora Provinsi Papua (PMTPP), Ali Kabiay / ist

Jayapura, Topikpapua.com, – Ketua Pemuda Mandala Trikora Provinsi Papua, Ali Kabiay menyesalkan pernyataan pendeta Socratez Sofyan Yoman terkait pembentukan organisasi P5 atau Presidium Putra Putri Pejuang Pepera, di sentani yang diketuai oleh Bapak Yanto Eluay.

Menurut Ali, pendeta Socrates sebaiknya tidak terlalu mengurusi masalah politik di Papua dan belajar menghargai keputusan Ondoafi Yanto Eluay sebagai ketua P5.

“Selaku anak muda Papua dan Ketua DPD Pemuda Mandala Trikora Provinsi Papua saya menyayangkan pernyataan pendeta Socrates Sofyan Yoman, sebab saya juga turut serta menandatangani pembentukan Organisasi P5 yang di ketuai oleh kaka Ondo Yanto Eluay, “kata Ali Kabiay lewat rilis yang di terima Redaksi Topik, Rabu (04/11/20).

Ali Kabiay juga berharap Pendeta Socrates menunjukkan jati diri sebagai pelayan umat, bukan sebagai isnpirator politik.

“Seharusnya pendeta Socrates bisa fokus mengurus moral dan mental umat agar saling menghormati dan menghargai sesama sodara sebangsa dan setanah air , termasuk menghormati Kaka Ondo Yanto Eluay, sebab kaka Ondo adalah anak adat Sentani dan Tabi yang memiliki kewenangan di tatanan anak adat serta pemilik hak ulayat, “ Jelasnya.

Menurut Ali, sebagai sesama orang asli Papua, bila pendeta Socrates tidak setuju dengan pembentukan P5 ada baiknya bertemu langsung dengan Ondoafi Yanto Eluay, bukannya berkoar-koar di media sosial.

“kalau bapak pendeta Socrates tidak suka atau kurang senang dengan Pembentukan Organisasi P5 yang diketuai oleh kaka Ondo Yanto, silakan datang serta bicara secara terbuka sebagai sesama OAP , saya rasa Kaka Ondo Yanto adalah orang yang bijak serta bisa menerima masukan. Tetapi tentu masukan yang baik, positif dan membangun untuk kepentingan dan kesejateraan rakyat di Papua, “ Beber Ali Kabiay.

Secara pribadi, Ali juga berharap agar pendeta Socrates sebagai pelayan dalam memberikan komentar sebagiknya bijaksana dan memberikan kesejukan moral bagi umat, bukan sebaliknya.

“Saya secara pribadi berharap pendeta Socrates untuk selalu memberikan  kesejukan moral dan etika bagi warga masyarakat dan umat di Papua, tanamkan rasa saling menghargai, menghormati tanpa membeda – bedakan agama, suku, ras, golongan dan status sosial agar tercipta iklim kasih dan perdamaian di Papua, sebab pada akhirnya kita menghadap yang maha Kuasa kita tidak bawa Tanah Papua yang kita bawa adalah amal baik dan budi baik kita di dunia,” Pungkas Ali Kabiay.

Penyesalan yang disampaikan Ali Kabiay ini terkait status di akun Facebook atas nama Socratez Sofyan Yoman yang di unggah pada tanggal 1 November 2020 dengan judul “TNI-POLRI & PUTRA PUTRI PEJUANG PEPERA PAPUA (P5) HARUS BELAJAR DAN MENGETAHUI KEBENARAN SEJARAH PELAKSANAAN PEPERA 1969 DI PAPUA” (Redaksi Topik)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here