PKS dan Hendrikus Mahuze Sepakat Bantah Transaksi Pembayaran Mahar

0
Bakal Calon Bupati Merauke Hendrikus Mahuze yang diusung PKS/Ist

Jayapura, Topikpapua.com, – Partai Keadilan Sejahtera (PKS) maupun Bakal Calon Bupati Kabupaten Merauke Hendrikus Mahuze, membantah adanya transaksi uang miliaran rupiah, dalam video berjudul ‘ Ngeriii.. Calon Bupati Meraukem Hendrikus Mahuze Suap PKS Miliaran Rupiah’

Baik PKS maupun Hendrikus Mahuze menyebut, bahwa uang tersebut merupakan anggaran yang dipersiapkan tim untuk kepentingan Alat Peraga Kampanye (APK) untuk keperluan maju sebagai peserta Pemiu di Kabupaten Merauke.

“Uang itu bukan mahar rekomendasi, tapi untuk mengurus atribut dan alat peraga kampanye,” kata DPW PKS Papua, Kusmanto membantah bahwa uang tersebut adalah mahar rekomendasi Partai untuk Hendrikus Mahuze.

Kusmanto mengaku telah melakukan koordinasi dengan pengurus cabang PKS di Merauke, termasuk dengan Calon Bupati, Hendrikus Mahuze. Dimana menurutnya, tidak ada yang perlu dipermasalahkan dari video tersebut karena kedua belah pihak telah memberikan konfirmasi.

“Saya kira ini tahap pemenangan dan kita serahkan ke teman-teman di kabupaten, ketika itu sudah terkonfirmasi kedua pihak saya kira itu sudah selesai,” kata dia.

Sementara, Calon Bupati Kabupaten Merauke Hendrikus Mahuze mengatakan, uang yang disebutnya berjumlah milliaran Rupiah itu, diberikan kepada PKS untuk keperluan pengurusan alat peraga kampanye (AKP).

“Saya mau luruskan untuk seluruh masyarakat khususnya di Merauke, perlu diketahui uang itu bukan uang mahar atau sogokan untuk mendapatkan rekomendasi partai, melainkan uang itu untuk persiakan kebutuhan kampanye kami nantinya,” kata Mahuze, yang di temui di salah satu hotel dikawasan Kota Jayapura, Rabu (09/09/20) malam.

Ia mengatakan, dana itu sebagai bukti kesiapan timnya selama masa kampanye. Sehingga saat moment tersebut tiba, maka tidak ada istilah berhutang dan sebagainya.

“Kami siapkan sejak dini  untuk persiapan kampanye, agar tidak mejadi kendala dikemudian hari, tidak mungkin kita berhutang untuk alat peraga kampanye nantinya,” jelasnya.

Soal viralnya video itu, Hendrik mengaku telah mengetahui oknum yang menyebarkannya. Ia bahkan akan melaporkan hal ini kepada pihak Kepolisian, atas dasar pencemaran nama baik

“Kami setelah dari Jayapura mengikuti tahapan, kami akan bertolak kembali ke Merauke dan kami akan laporkan kepada pihak berwajib,” katanya.

Sebelumnya, sebuah video berdurasi  44 detik viral di media sosial. Dalam video itu, terlihat beberapa orang pria berada di sebuah kamar hotel, dimana salah satu dari pria tersebut sedang menyiapkan uang dari sebuah tas, lalu menaruhnya diatas meja.(Redaksi Topik)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here