Pemilik 860 Pil Koplo Diamankan Polisi di Kali Acai Jayapura  

oleh
DK, pemilik 860 pil koplo yang diamankan polisi di kawasan Kali Acai/foto ist

Jayapura, Topikpapua.com, – Seorang pemuda berinisial DK (28) dibekuk Tim Satuan Opsnal Resnarkoba Polresta Jayapura Kota lantaran memiliki obat keras yang kerap disebut pil koplo atau pil sapi.  DK diamankan aparat di kawasan Kali Acai tepatnya di samping Gereja Marampa Abepura, Distrik Abepura, Kota Jayapura, Papua Jumat (11/3/2022) lalu.

Kasat Resnarkoba Polresta Jayapura Kota Iptu Alamsyah Ali mengatakan, jenis obat keras itu mengandung trihexyphenidyl, dimana obat tersebut masuk dalam kategori psikotropika golongan empat yang biasa digunakan sebagai obat penenang.

“Dari hasil penangkapan DK, kami mendapatkan barang bukti berupa 860 butir bat keras trihexyphenidyl dengan kode huruf Y. Obat tersebut biasa dikenal dengan pil koplo afau pil sapi,” ungkap Alamsyah, Minggu (13/3/2022).

Alamsyah menjelaskan, kronologi penangkapan yang dipimpin Kanit Opsnal Satuan Resnarkoba Polresta Jayapura Kota Aiptu Dedes M Sihombing itu, berawal saat timnya mendapatkan informasi terkait adanya obat-obatan keras yang masuk dan beredar di wilayah Kota Jayapura, khususnya di Distrik Abepura. Dari laporan tersebut pihaknya melakukan kordinasi untuk penyelidikan dan penangkapan pelaku.

“Dari hasil penyelidikan kami mendapatkan informasi bahwa target diketahui berada di seputaran Kali Acai. Tidak menunggu lama, tim kami langsung turun ke TKP dan mendapati pelaku yang sedang berjalan membawa sebuah paket,” bebernya.

Saat itu juda DK langsung digiring ke Kantor Satuan Resnarkoba Polresta Jayapura Kota untuk dilakukan pemeriksaan terkait barang bawaannya itu.

“Saat paket dibuka kami temukan adanya sebuah botol obat kemasan yang didalamnya berisi ratusan butir obat keras jenis trihexyphenidyl. Dan kami langsung lakukan pemeriksaan terhadap DK, dan dia (DK) akui bahwa sudah empat kali mendatangkan jenis obat tersebut ke Jayapura termasuk yang diamankan saat ini,”ungkap Alamsyah.

Menurut keterangan DK, obat tersebut dibeli dari Jember, Jawa Timur. Dan setiap pengiriman, DK mendatangkab 1000 butir dengan harga Rp1 juta.

“Obat tersebut selain di konsumsi oleh DK, tapi juga dia menjualnya ke teman-temannya,”terang Alamsyah.

Diketahui bahwa trhexyphenidyl juga merupakan jenis obat antimuskarinik untuk mengobati gejala penyakit parkinson dan gejala ekstrapiramidal akibat efek samping obat tertentu. Obat itu juga termasuk antipsikotik yang dapat menimbulkan kecanduan dan efek samping yang berbahaya bila di konsumsi terus menerus dalam jumlah besar atau melebihi dosis yang seharusnya dianjurkan oleh dokter.

“Saat ini DK bersama barang buktinya telah kami amankan di Mapolresta Jayapura Kota untuk dilakukan proses penyidikan lebih lanjut. Atas perbuatannya ini, DK sudah kita tetapkan sebagai tersangka dan disangkakan Pasal 197 uu no 36 tahun 2009 tentang kesehatan jo pasal 53 KUHPidana dengan ancaman hukuman penjara maksimal 15 tahun,”tandas Alamsyah. (Redaksi Topik)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

No More Posts Available.

No more pages to load.