Pandemi Covid-19 Papua, Pasien Akan Dibiayai, Warga Terima Bansos

0
Suasana Rapat Koordinasi penanganan Covid-19 di Papua / ist

Jayapura, Topikpapua.com, –  Berbagai langkah kebijakan diambil Pemerintah Provinsi Papua untuk menangani Pandemi Covid-19 di Papua. Salah satunya dengan membiayai semua kebutuhan perawatan pasien Covid-19.

Juru bicara Satgas Covid-19 Papua, dr Silwanus Sumule kepada pers mengatakan, selain akan membiayai semua kebutuhan pasien Covid-19, Pemerintah Papua juga akan memberikan bantuan sosial kepada masyarakat akibat Pandemi Covid-19.

“Pemprov Papua akan menjamin semua pembiayaan baik itu perawatan, pengobatan sampai pemulasaran jenasah bagi semua penderita Covid-19 di Papua, jadi itu di jamin oleh pemerintah, “Kata Sumule kepada Pers usai mengikuti rapat penanganan covid-19 bersama Forkompinda Papua di Jayapura, Sabtu (11/04/20).

Dijelaskan Sumule, bagi semua pasien Covid-19 yang terlanjut berobat dengan menggunakan BPJS, maka bila ada kekurangan yang tidak bisa di tutupi oleh BPJS maka Pemerintah akan menanggungnya.

“Misalnya ada yang menggunakan BPJS silahkan.., tetapi bila ada yang kurang-kurang pasti kami akan tutupi, dan bila ada yang tidak di jamin dalam BPJS kami akan tutupi, dan proses ini sudah lama kita jalankan lewat program kita kartu Papua Sehat,”Jelas Sumule.

Sumule juga memaparkan bila Pemerintah Provinsi siap untuk memberikan bantuan sosial bagi warga yang terdampak Pandemi Covid-19.

“Dipastikan hari Senin nanti kita sudah akan bergerak dan akan melibatkan baik teman-teman dari Kepolisian dan Ormas dan tadi yang kami lakukan saat rapat adalah mensingkronkan data-data kita, “Kata Sumule.

Sumule mengaku usai memberikan keterangan pers (Sabtu siang) akan dilanjutkan dengan pertemuan dengan dinas sosial, baik itu Dinsos Provinsi serta Kabupaten Jayapura, Kabupaten Keerom dan Kota Jayapura.

“Jadi ada teman-teman dari dinas sosial dari kabupaten dan kota disini , kita sebentar mau rapat untuk mensingkronisasikan data-data  kita, sehingga saat memberikan bantuan kepada masyarakat itu tepat sasaran dan tidak tumpang tindih, “Tukasnya.

Dijelaskan Sumule, Rapat singkronisasi data ini penting, karena bantuan sosial untuk covid-19 berasal dari tiga sumber.

“Karena ada 3 sumber, dari pusat, dari Provinsi dan dari kabupaten/kota.., jadi harus data penerima kita sinkronkan dulu agar tidak tumpang tindih.., yang disingkrionkan itu adalah siapa yang berhak menerima, by name and by adress.., nah itu yang baru akan kami singkronkan dulu, “Terang Sumule. (Redaksi Topik)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here