Kuasa hukum AA, Agustino R. Mayor saat memberikan keterangan pers terkait penetapan tersangka terhadap kliennya AA / ist

Jayapura, Topikpapua.com, –  Mantan Ketua KPU Papua, yang saat ini menjabat angota Komisioner KPU Papua, Adam Arisoi, ditetapkan sebagai tersangka dugaan kasus korupsi dana hibah Pilkada Kabupaten Tolikara pada 2017.

Sejak 4 Desember 2020, Adam ditahan oleh Direktorat Reserse Kriminal khusus Polda Papua atas tuduham telah merugikan keuangan negara sebanyak Rp 6 Miliar, dari total dana hibah Rp 19 miliar.

Pengacara Adam Arisoi, Agustino R. Mayor menyanggah tuduhan yang membuat kliennya menjadi tersangka.

Menurut Agustino bila pada 2017, atau saat kasus tersebut terjadi, Adam Arisoi yang menjabat sebagai Ketua KPU Papua, tengah mengambil alih KPU Kabupaten Tolikara karena kekosongan jabatan untuk menyelenggarakan pemungutan suara ulang (PSU).

Agustino menyebut bila pada saat itu dana hibah PSU Pilkada Tolikara adalah Rp 19,844 miliar, namun realisasi penggunaannya hanya Rp 12,954 miliar.

“Sisa dari dana tersebut Rp 6,894 miliar setelah kegiatan tahapan telah dikembalikan oleh KPU ke kas negara,” kata dia.

Menurut dia, sangat tidak mungkin bila Adam dituduh merugikan keuangan negara Rp 6 miliar dan pelaksanaan PSU di Tolikara hanya menghabiskan anggaran Rp 6 miliar.

“Logika sederhananya, apa bila dana Rp 12 miliar tersebut dikorupsi Rp 6 miliar, pastilah Pilkada Tolikara saat itu tidak akan berhasil seperti yang sudah terjadi,” kata Agustino.

Hal itu dikarenakan, pendistribusian logistik Pilkada di Tolikara, sebagian besar harus menggunakan pesawat, sehingga membutuhkan anggaran yang besar.

Namun Agustino memastikan bila kliennya tetap menghormati dan akan mengikuti seluruh proses hukum yang tengah berlangsung.

Pihak keluarga Adam Arisoi pun sejak 7 Desember 2020 telah melayangkan surat permohonan Penangguhan penahanan.

“Kami sudah ajukan surat penangguhan tapi sampai saat ini belum dijawab oleh Polda Papua,” kata Agustino.

Sebelumnya, Wakapolda Papua Brigjen Matius D Fakhiri menyebut, Adam Arisoi telah diperiksa penyidik Direktorat Reserse Kriminal khusus Polda Papua dan sudah ditahan sejak 4 Desember 2020.

“Tersangka sudah kami tahan sejak beberapa waktu lalu, sembari kasus ini terus berjalan,” ujarnya di Keerom, Rabu (9/12/20).

Menurut Matius, Adam diduga menyalahgunakan dana hibah senilai Rp 19 miliar, pada pelaksanaan pemilu ulang Kabupaten Tolikara pada Tahun 2017 silam.

Pada saat itu, AA merupakan Ketua KPU Papua dan tengah mengambil alih tugas KPUD Tolikara.

“Hasil pemeriksaan kerugian negara yang dilakukan oleh AA senilai Rp 6 Miliar,” kata Matius.

Dana hibah dari Pemerintah Kabupaten Tolikara saat itu dimaksudkan untuk penyelenggaraan Pemungutan Suara Ulang (PSU) di 18 distrik.

Atas perbuatannya AA yang saat ini merupakan komisioner KPU Provinsi Papua aktif, dijerat UU Tipikor Pasal 2 ayat 1 dan atau pasal 3 UU Nomor 31 tahun 1999 tentang pemberantasan korupsi dengan ancaman di atas 5 Tahun. (Redaksi Topik)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here