Mabuk, DNM Tikam Warga Abepura Hingga Tewas  

oleh
Pelaku DNM yang kini sudah diamankan di Rutan Mapolsek Abepura/ist

Jayapura, Topikpapua.com, – Aparat kepolisian akhirnya berhasil menangkap DNM (51), warga Yoka Pantai, Distrik Heram, Kota Jayapura, Papua,  usai menikam Rivaldo O Kabiai (17) di kawasan Kamkey hingga meninggal dunia Sabtu (26/3/2022) dini hari sekitar pukul 01.30 WIT.

Kapolsek Abepura AKP Lintong Simanjuntak membenarkan penangkapan itu, dan mengatakan
DNM diamankan berdasarkan Laporan Polisi Nomor : LP/249/III/2022/Papua / Resta Jpr Kota / Sek Abepura tangal 25 Maret 2022 tentang penikaman yang mengakibatkan korban meninggal dunia.

“Korban meninggal dunia akibat ulah pelaku sehingga kerabat korban bernama Thomas Kabiai (41) membuat laporan polisi dan kami langsung menindaklanjutinya,” ujar Lintong.

Lintong menegaskan, DNM alias Didi kini telah mendekam di Rutan Mapolsek Abepura guna mempertanggung jawabkan perbuatannya.

Lanjut dia, DNM juga telah ditetapkan sebagai tersangka oleh penyidik dan disangkakan Pasal 80 ayat 3 Undang-Undang Nomor 35 tahun 2014 tentang perubahan atas Undang-Undang nomor 23 tahun 2022 tentang perlindungan anak dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara.

“Untuk barang bukti pisau yang digunakan pelaku saat menikam korban saat ini masih dalam pencarian oleh penyidik karena selesai menggunakan pisau tersebut pelaku langsung membuangnya,” beber Lintong.

Adapun kronologi kejadian berawal pada Jumat (25/3/2022) tepatnya di Jalan Bosnik samping Gereja Marthen Luther BTN Kamkey, Distrik Abepura.

Saat itu, pelaku DNM yang dipengaruhi minuman keras (miras) sedang membeli pinang, kemudian saksi ST mendatangi pelaku namun ada seorang perempuan yang bersama pelaku yang menyuruh pelaku untuk mengantarnya pulang.

Karena saksi ST melarang si perempuan tersebut, pelaku DNM tidak terima dan memarahi saksi.

“Pada saat itu ada sekelompok remaja sedang berdiri di pinggir jalan belakang Gereja Marthen Luther dan pelaku DNM berteriak “hei, lihat-lihat apa? Selanjutnya para pemuda menjawab” om, kita tidak lihat dan tidak bikin apa-apa,” kata Lintong mengutip keterangan saksi.

Kemudian pelaku mendatangi para remaja itu dan langsung mengayunkan bogem mentah ke salah satu dari remaja tersebut.

“Karena rekan-rekan lainnya tidak terima, mereka langsung membalas memukul pelaku,” kata Lintong

Saat kejadian korban bersama dengan beberapa orang keluar dari dalam rumah,  dan ikut memukul pelaku sehingga pelaku lari dan dikejar oleh korban bersama beberapa orang.

Namun, sambung Lintong, saat mengejar pelaku, beberapa orang kembali dan merangkul korban sambil memegangi dadanya. Seketika itu, korban terjatuh terkulai di jalan dan membuat teman-temanya histeris.

“Mereka berteriak “hei cepat tolong dia dapat tikam”. Kemudian saksi ST yang berada di lokasi langsung menghentikan kendaraan bermotor yang melintas untuk mengantar korban ke rumah sakit namun nyawanya tak tertolong,” paparnya.

Sementara itu, dari hasil interogasi pelaku DNM mengakui perbuatannya yakni menikam korban sebanyak 1 kali di bagian dada sebelah kiri yang mengakibatkan korban meninggal dunia. (Redaksi Topik)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

No More Posts Available.

No more pages to load.