Korban di temukan tergeletak tak bernyawa di kali tak jauh dari lokasi kejadian / ist

Jayapura, Topikpapua.com, – Pembunuhan sadis kembali terjadi di distrik Dekai, Ibukota kabupaten Yahukimo. Korban yang adalah warga sipil tewas mengenaskan dengan luka sayatan di bagian mulut dan luka tusuk serta luka panah.

Bupati Kabupaten Yahukimo, Abock Busup saat dihubungi redaksi topik lewat sambungan telepon membenarkan peristiwa pembunuhan tersebut. Menurut Abock kejadian terjadi pada Rabu petang sekitar pukul 16.00 Wit.

“Betul, saya mendapat informasi bahwa ada kasus pembunuhan terhadap warga sipil,” kata Abock.

Dikatakan, kasus tersebut bermula ketika aparat keamanan melakukan sweeping alat tajam terhadap warga sekitar. Akibatnya, warga tidak terima dan melakukan penyerangan terhadap pihak aparat keamanan.

“Karena terjadi bentrok, ada salah satu warga yang terbunuh. Masyarakat tidak terima karena alat tajam berupa parang dan panah itu dibuat untuk berburu hewan di hutan, dan bikinnya pakai uang. Itu yang mereka tidak terima, makanya terjadi bentrok,” Jelas Abock.

Abock pun meminta kepada pihak aparat keamanan lebih menerapkan pendekatan persuasive.

“Saya harap kepada pihak keamanan dan juga masyarakat untuk tidak terpengaruh dengan hal-hal yang nantinya merugikan kedua belah pihak,” katanya.

Sementara itu berdasarkan informasi yang berhasil dihimpun Redaksi topik, kejadian bermula saat korban bersama dua rekanya hendak mengantarkan batu batako ke daerah massi dengan menggunakan kendaraan mobil bak terbuka.

Namun tepat di daerah kali buatan jalan gunung, kendaraan yang di tumpangi korban di hadang pelaku. Saat itu korban yang berada di bagian belakang kendaraan menjadi sasaran pelaku, sementara dua rekan lainya berhasil lolos.

Setelah mendapat laporan dari salah satu rekan korban, aparat gabungan menuju TKP dan mendapati korban sudah tak bernyata dan tergeletak di kali tak jauh dari lokasi kejadian.

Hingga berita ini diturunkan, Kabid Humas Polda Papua belum berkomentar. Saat di hubungi  Redaksi Topik via pesan Whats Up, Kombes Kamal mengatakan “sementara masih di cek”. (Redaksi Topik)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here