Kapolres Jayapura, AKBP. Fredrick Macklarimboen saat menggelar Pres realise pengungkapan kasus pembuat dokumen PCR Palsu / ist

Jayapura, Topikpapua.com, – Satuan Reserse Kriminal Polres Jayapura kembali membongkar kasus pemalsuan dokumen Polymerase Chain Reaction (PCR). Ironisnya salah satu pelaku merupakan ASN di Kota Jayapura.

Kapolres Jayapura, AKBP. Fredrick Macklarimboen mengatakan ada empat orang yang ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus pemalsual surat PCR. Keempat tersangka tersebut adalah MA,  WK, DG, dan AH.

Baca Juga : Cetak Ratusan Surat PCR dan Antigen Palsu, Pelaku Terancam 6 Tahun Penjara

“Mereka beroperasi sudah sejak bulan Juli lalu namun baru terungkap di Agustus ini. Namun dari hasil pemeriksaan keempat tersangka ini baru mencetak satu dokomen hasil tes PCR” Jelas Kapolres, Senin (23/08/21)

Lebih lanjut dijelaskannya keempat tersangka ini masing-masing memiliki peran berbeda. Yakni AH yang berprofesi sebagai sopir rental berperan sebagai sales atau yang mencari pelanggan.

Baca Juga : Mau Keluar Masuk Papua Selama PPKM Covid-19, Ini Syaratnya..

“MA yang berporfesi sebagai ASN di Pemkot Jayapura berperan untuk berkoordinasi dengan WK dan DG yang merupakan staf laboratoriom Rumah Sakit Provita dan kemudian hasil tes PCR palsu tersebut dicetak, “Ungkap Kapolres.

Kasus ini terungkap saat calon penumpang berinisial AR hendak check ini untuk keberangkatan di Bandara Sentani, namun setelah diperiksa oleh petugas karantina, hasil tes PCR yang dibawa oleh calon penumpang tersebut tidak terdaftar di Kementerian Kesehatan RI.

Baca Juga : 7 Fakta Serangan Gelombang ke Dua Covid-19 di Papua, Nomor 4 Mengerikan..

“Dari situ petugas lantas curiga dan memeriksa AR, kemudian diketahui sindikat penbuat PCR palsu ini, “Ujar Kapolres.

Menurut Kapolres, harga dokumen PCR yang dibuat oleh keempat tersangka ini juga relatif lebih tinggi dari harga pada umumnya yakni Rp 1.5 juta untuk satu dokumen PCR palsu yang mereka terbitkan.

“ Keempat tersangka ini sudah kita amankan dan akan dijerat pasal  263 ayat 1 KUHP, dengan ancama hukuman 6 tahun penjara, “Pungkas Kapolres.

Aksi pembuat surat PCR palsu ini bukan yang pertama kali, sebelumnya pada awal agustus 2021 Polres Jayapura juga berhasil membongkar sindikat pembuat surat PCR dan antigen palsu. (Redaksi Topik)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here