Ketua Umum KONI Pusat Letjen (Purn) Marciano Norman (kedua kanan) mencoba sensor ketepatan penerjun ketika mengunjungi venue cabor terjun payung PON XX Papua di Lapangan Kantor Bupati Mimika, Kamis (7/10/2021). (Foto: PB PON XX Papua / Rommy Pujianto)

Jayapura, Topikpapua.com — Ketua Umum Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Pusat Letjen TNI (Purn) Marciano Norman mengingatkan seluruh pihak agar memperhatikan venue-venue iven akbar PON XX.

Marciano mengingatkan hal tersebut agar kejadian terbengkalai sejumlah venue di beberapa provinsi pasca PON tidak terjadi di Papua.

“Menyangkut venue saya tegaskan agar tidak terulang kasus-kasus PON sebelumnya yg pernah dilakukan di Indonesia. Venue harus dijaga pasca PON, jangan sampai venue Internasional ini terbengkalai,” kata Marciano Norman kepada sejumlah awak media di klaster Kota Jayapura, Rabu (13/10/2021).

KONI Pusat juga kata Marciano, sedang menjalani komunikasi dengan seluruh induk kepengurusan cabang olahraga agar menggelar iven di Tamah Papua.

“Saya sarankan juga kepada Menpora untuk venue-venue di Papua bisa dijadikan pemusatan latihan bagi atlet-atlet Papua, termasuk pelatnas dari timur Indonesia, Papua,” ujarnya.

“Venue bagus-bagus ini harus betul-betul melahirkan atlet-atlet Olimpiade dan kalau ada atlet-atlet peraih emas di PON ini bisa masuk jadi bagian timnas Indonesia,” tuturnya.

Kata Marciano, olahraga jika dikelola dengan baik termasuk venuenya bukan hanya memajukan prestasi tetapi sebagai industry dan sport tourisme.

 ‘’KONI akan mengawal venue untuk dipergunakan seterusnya, dan saya ingatkan semua pihak, setelah PON selesai bagaimana kelanjutan venue-venue untuk mendorong prestasi terbaik,” tandasnya. (Humas PB PON XX/Redaksi Topik)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here