Komponen Masyarakat Papua Nyatakan Sikap Menolak Eksistensi OPM  

oleh -66 Dilihat
Komponen Masyarakat Papua yang menyatakan sikap menolak kehadiran OPM di Tanah Papua/ist

Jayapura, Topikpapua.com, – Organisasi Papua Merdeka (OPM) yang kerap tampil sebagai Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di Papua, semakin meresahkan masyarakat. Kehadiran OPM dengan aksi terornya, bukan saja menghilangkan nyawa orang non Papua, namun juga bahkan putra asli daerah Papua sendiri.

Menyikapi semakin menonjolnya aksi kekerasan yang dilakukan OPM, komponen Masyarakat Papua yang terdiri dari beberapa organisasi masyarakat dan kepemudaan, serta tokoh masyarakat menggelar deklarasi yang diiringi pernyataan sikap menolak kehadiran OPM di atas tanah Papua.

Ketua II Pemuda Adat Saireri, Ali Kabiay bersama Ketua GERCIN, Max Ohee dan Rudi Samori selaku Ketua LPBMPB, serta beberapa tokoh agama dan masyarakat Papua menggelar diskusi, sekaligus pembacaan sikap menolak kehadiran OPM di tanah Papua yang selama ini mengatasnamakan perjuangan membela orang Papua.

Ali Kabiay menegaskan, perjuangan OPM sekarang adalah perjuangan yang tidak murni membela orang Papua, dan sudah sangat kuno. Ia menyebut di negara berkembang lainnya saat ini, mereka sedang bersaing dalam perang ekonomi, dan OPM masih sibuk melakukan kekerasan serta teror bahkan kepada orang Papua sendiri.

“Saya rasa perjuangan OPM atau KKB saat ini sudah sangat kuno karena saat ini orang-orang lagi sibuk berperang dalam dunia ekonomi. Saya punya banyak teman anak – anak asli Papua yang saat ini sedang hidup di luar negeri, mereka di sana sudah tidak mau sibuk lagi untuk turut serta dalam kegiatan mendukung kemerdekaan Papua karena mereka merasa telah merdeka sebagai pribadi mereka masing – masing dan sedang menikmati hidup mereka serta mencoba bersaing dalam perang ekonomi,” jelas Ali.

Pada kesempatan itu komponen masyarakat Papua mengeluarkan 4 point pernyataan sikap menolak OPM di tanah Papua yang isinya adalah :

1. Menolak segala bentuk gerakan – gerakan separatis di tanah papua, melalui gerakan bersenjata yang telah banyak memakan korban dan meminta aparat keamanan baik itu TNI maupun Polri untuk mengejar dan melakukan penindakan hukum kepada para pelaku gerakan separatis kriminal bersenjata di Papua.

2. Mengutuk keras segala aksi kekerasan yang dilakukan oleh kelompok kriminal bersenjata di Papua yang mana terlihat sangat kuno karena peperangan di era modern ini bukanlah peperangan secara fisik melainkan peperangan secara ekonomi dimana setiap daerah berjuang dan berperang untuk meningkatkan perekonomiannya masing – masing, oleh karena itu kami mengutuk keras segala aksi kekerasan oleh KKB di Papua.

3. Mendukung sepenuhnya implementasi Undang – undang otsus Nomor 2 Tahun 2022 dan akselerasi percepatan pembangunan di tanah.

4. Mendukung sepenuhnya percepatan pemekaran Daerah Otonomi Baru di Tanah Papua untuk kesejahteraan serta pelayanan yang lebih baik untuk kepentingan masyarakat Papua. (Redaksi Topik)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.