Kisah Relawan, 428 Hari Dampingi Pengungsi Kiwirok di Oksibil

oleh -309 Dilihat
Masyarakat Kiwirok yang mengungsi di Kota Oksibil saat acara doa dan bakar batu/ist

Jayapura, Topikpapua.com, – Terhitung 428 hari sudah, masyarakat Kiwirok, Kabupaten Pegununugan Bintang (Pegubin), Papua, berada di lokasi pengungsian di Kota Oksibil, ibu kota Kabupaten Pegubin.

Selama berada di lokasi pengungsian, warga pengungsi tak luput dari pendampingan para relawan. Ya, kehadiran para relawan ini, tak lain guna membantu warga dalam memenuhi kebutuhan mereka selama di pengungsian.

Diketahui relawan warga Kiwirok ini dibentuk pasca kejadian pada 13 september 2021 lalu, tepatnya di tanggal 21 September 2021. Kala itu, sejumlah orang yang punya rasa empati lantas mendirikan Posko di Kota Oksibil. Mereka yang menempatkan diri sebagai relawan ini menampung bantuan makanan hingga menerima masyarakat Kiwirok yang mengungsi.

Selama di lokasi pengungsian di Kota Oksibil. Para relawan dan warga pengungsi hidup saling bahu-membahu dalam melakukan berbagai aktivitas sehari-hari di pengungsian.

Isak Mimin, salah satu relawan mengaku banyak suka dan duka yang ia temui selama mendampingi warga pengungsi, namun semuanya jalani dengan hati iklas.

“Kita sama-sama melewati hari-hari dengan tetap semangat untuk hari esok yang lebih cerah,” katanya di sela-sela doa bersama dalam acara pesta bakar batu yang digelar di Kota Oksibil.

Kendati dalam keadaan mengungsi, namun Isak sangat bangga dengan salah satu hal positif yang dimiliki masyarakat Kiwirok yaitu tentang ketertiban dan kebersamaan mdalam setiap aktivitas.

Dua hal positif itu rupanya sudah menjadi budaya turun menurun masyarakat Kiwirok yang notabene berasal dari Suku Ngalum.

Alhasil, ini juga yang membedakan masyarakat Kiwirok dengan kebanyakan masyarakat yang berada di pegunungan Papua.

“Ini sudah menjadi tradisi kami suku Ngalum (Timur) yang tinggal di bagian paling timur Indonesia. Jadi. Tradisi ini sudah menjadi turun temurun,” ungkapnya

Menurut Isak, masyarakat Kiwirok lebih mengutamakan kebersamaan di setiap kegiatan, termasuk pada pesta bakar batu.

Ia mencontohkan, seperti saat menikmati makanan, mereka terlihat rapi dan tertib membentuk lingkaran.

“Jadi banyak atau sedikit makanan yang tersedia, kami nikmati bersama dan selalu bersyukur atas Nikmat yang Tuhan berikan,” bebernya.

Soal rencana pemulangan masyarakat Kiwirok yang diinisiasi Satgas Damai Cartenz bersama aparat keamanan serta intansi terkait, Isak Mimun pun menaruh harapan besar agar masyarakat Kiwirok bisa merayakan Natal bersama keluarganya.

“Kami sangat berterimakasih terhadap Polri dan TNI yang merencakan kepulangan kami, termasuk pemerintah yang sudah mendukung kebijakan dari aparat keamanan akhirnya doa kami terwujud,” tuturnya.

Isak Mimin juga tak lupa mengucapkan terima kasih kepada aparat keamanan, terutama pihak Kepolisian yang selama ini sudah banyak membantu masyarakat dengan menyalurkan makanan dan segala kebutuhan selama di pengungsian.

“Terimakasih bapak aparat keamanan, yang sudah membantu. Kkami sebagai relawan akan senantiasa mendampingi hingga mereka bisa beraktivitas seperti biasa di kampung halaman mereka,”tandasnya. (Redaksi Topik)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.