Kejati Papua saat menetapkan YM, Ketua KPA Papua sebagai tersangka/foto istimewa

Jayapura, Topikpapua.com, – Kejaksaan Tinggi (Kejati) Papua resmi menetapkan YM selaku Ketua Komisi Penanggulangan Aids (KPA) sebagai tersangka dalam dugaan kasus tindak pidana korupsi terkait pembelian obat Purtiel Placenta untuk mengobati masyarakat Papua yang terinveksi HIV dan Aids.

“Jadi hari ini Kamis 28 Oktober 2021 kami tetapkan saudara YM sebagai tersangka yang pemeriksaan dugaan kasus korupsi ditangani Pidana khusus (Pidsus) Kejati Papua, ” kata Asintel Kejati Papua, Ahmad Mudor dalam keterangan persnya di Jayapura, Papua, Kamis (28/10/2021).

Ahmad Mudor menjelaskan, sebelum ditetapkan sebagai tersangka, YM dilakukan pemeriksaan selama kurang lebih 4 jam ( jam 12.00 siang hingga jam 4 sore). Saat ini, YM menjadi tahahan titipan di Satuan Brimob Polda Papua.

“Pemeriksaan terkait proses administrasi penahanan sehingga bergeser ke tahanan di Satuan Brimob Polda Papua sekira pukul 17.00 WIT,” ungkapnya.

Dalam pemeriksaan, penyidik meyakini bahwa secara kontruksi hukum apa yang dilakukan YM telah memenuhi unsur-unsur tipikor sebagaimana disangkakan yaitu Pasal 2 atau Pasal 3 UU Tipikor No 20 tahun 2001

“Jadi, tadi tadi dalam pemeriksaan pemanggilan saksi kemudian setelah pemeriksaan saksi terhadap YM tersebut, penyidik berkeyakinan bahwa alat bukti yang ada cukup untuk menetapkan YM sebagai tersangka. Keyakinan itu dari mana, ya dari pemeriksaan tersangka terhadap 12 saksi, ada juga dari saksi ahli yaitu dari BPOM kemudian diperkuat juga dengan bermacam dokumen dan surat,” jelas Ahmad.

Lanjut Ahmad, dari keterangan terakhir yang diberikan tersangka, penyidik juga berkeyakinan telah terjadi tindak pidana dugaan korupso yang dilakuka YM.

“Penetapan tersangka juga untuk mempermudan proses penyidikan yakni dilakukan penahanan terhadap tersangka yang kami titipkan tahanan Brimob Polda Papua,” sebutnya.

Selanjutnya atas dugaan tindak pidana korupsi yang dilakukan YM, diperkirakan kerugian negara kurang lebih sekitar 7 miliar rupiah. (Redaksi Topik)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here