Ketagihan Judi Online, Pegawai Bank Papua Korupsi Miliaran Dana Nasabah

0
Kepala Kantor Kas Lereh, Bank Papua Cabang Sentani tersangka korupsi uang nasabah akibat judi online/Ist

Jayapura, Topikpapua.com, – Kepala Kantor Kas Lereh, Bank Papua Cabang Sentani, Abdul Azhar Ollong teracam 20 tahun penjara, setelah kasus dugaan korupsi uang nasabah terkuak Oktober 2019 silam.

Abdul Azhar diduga menggunakan uang nasabah Bank Papua untuk judi online. Tersangka bahkah sempat melarikan diri dan membawa kabur dana kas sebesar Rp400 juta dari brankas KC Bank Papua Sentani.

Kapolres Jayapura, AKBP Victor Dean Makbon mengatakan kasus tersebut berawal dari laporan terhadap tersangka pada 15 Oktober 2019 lalu.

“Jadi setelah setahun kasus ini dilaporkan, Polisi mulai melakukan penyelidikan dan menemukan sejumlah fakta terhadap tindakan dugaan korupsi uang nasabah yang di ambil pelaku untuk digunakan judi online,” kata Kapolres, Selasa (17/11/20).

Kapolres menjelaskan, pengambilan dana nasabah dilakukan pelaku sejak tahun 2018 di bulan September. Pelaku saat itu mulai mengenal judi online dengan sistem transfer.

“Dari judi ini, pelaku sering kalah apalagi dana judi yang dipasang bernilai tinggi bahkan sampai diangka Rp50 juta,” kata Kapolres.

Sejak itu, pelaku mulai mengambil dana dari laci ATM Bank maupun brankas dikantornya, untuk digunakan berjudi.

“Nah akibat sering mengalami kekalahan, terjadi selisih antara fisik uang yang ada didalam brangkas dan laci ATM, dan jumlahnya semakin besar dan tidak bisa ditutupi lagi,” kata Kapolres.

Pelaku akhirnya mulai panik, apalagi pelaku merasa terdesak kareja kantor Cabang Bank Papua Sentani akan melakukan pengambilan uang yang ada di Kantor Kas Lereh.

“Karena merasa sudah tidak ada jalan, pelaku lebih kalap maka dan mengambil keputusan untuk melarikan diri dari kantor serta membawa kabur uang segar senilai Rp. 400.000.000,- yang diambil dari dalam brangkas,” jelas Kapolres.

Lebih lanjut dijelaskan Kapolres, Pelaku yang berdomisi di Abepura Kotaraja ini,  menggunakan modus operandi dengan melakukan penyetoran fiktif (tanpa adanya fisik uang).

“Tujuan penyetoran fiktif ini, yaitu saldo rekening tabungan tersangka bertambah sehingga tersangka dapat mentransfer uang dari rekening tersebut ke rekening tersangka lainnya untuk digunakan sebagai modal judi online,” katanya.

Selanjutnya, kata Kapolres, Pelaku mengambil fisik uang dari dalam laci ATM, kemudian menyetorkan kembali uang tersebut melalui teller.

“Tujuannya sama dengan modus sebelumnya,” katanya.

Pelaku juga diketahui membuat transaksi pembukaan rekening tabungan baru sebanyak 9 rekening dengan menggunakan identitas dari nasabah yang sudah menjadi nasabah PT. Bank Papua sebelumnya, dengan nominal penyetoran antara Rp 10.000.000,- (sepuluh juta rupiah) hingga Rp. 50.000.000,- (lima puluh juta rupiah).

“Nah pembukaan rekening itu hanya tercatat disistem Olibs dan tersangka membuat ATM setiap rekekning tersebut sehingga tersangka dengan leluasa menarik saldo tiap rekening tersebut melalui ATM,” jelas Kapolres

Saat ini, pria 34 tahun tersebut telah berstatus tersangka, dimana kasusnya sudah lengkap alias P21 oleh Kejaksaan Negeri Jayapura.

“Pelaku saat ini sudah diamankan dan dalam waktu dekat segera disidangkan,” katanya.

Untuk kerugian akibat perbuatan pelaku, Kata Kapolres, hasil audit BPKP perwakilan Provinsi Papua, kerugian keuanganan negara sebesar Rp 1.339.546.000,- (satu miliyar tiga ratus tiga puluh sembilan juta lima ratus empat puluh enam ribu rupiah).

“Pelaku dijerat UU No. 31 Tahun 1999 tentang Tindak Pidana Korupi, dengan ancaman hukuman penjara paling singkat 1 (satu) tahun dan paling lama 20 tahun dan atau denda paling sedikit Rp 50.000.000 (lima puluh juta rupiah) dan paling banyak 1.000.000.000 (satu miliyar rupiah),” jelas Kapolres. (Redaksi Topik)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here