Pelaku begal payudara di Polres Jayapura/foto Irf

Sentani, Topikpapua.com, – Seorang pria berinisial R (29), tersangka pelaku begal payudara selama 8 kali di Kabupaten Jayapua terancam hukuman sembilan tahun penjara. Polisi menjeratnya dengan Pasal 289 KUHP dan atau Pasal 281 KUHP.

“Ya, tersangka diancam pasal pencabulan Pasal 289 KUHP tengang perbuatan asusila (pencabulan) Subsider 281 ayat (1) KUHP, dengan ancaman hukuman penjara selama 9 tahun. Kink telah resmi kami tahan, untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya,” kata Kapolres Jayapura, AKBP Fredrickus W. A. Maclarimboen di Mapolres Jayapura, Sabtu (29/1/2022).

Kapolres menjelaskan, pelaku melakukan aksinya selama 8 kali di beberapa TKP di Kabupaten Jayapura. Aksi pertama di jalan turunan Gunung Merah sebanyak 3 kali.

“Pelaku mengakui telah melakukan aksinya sebanyak 8 kali ditempat berbeda – beda, diantaranya pertigaan mata jalan Genyem 1 kali, turunan Gunung Merah 3 kali, depan jalan Kemiri-Sentani Auri 2 kali, kemudian di jalan baru Tabita 1 kali dan di jalan Kehiran Sentani Kabupaten Jayapura sebanyak 1 kali,” jelasnya.

Pelaku mengaku melakukan hal memalukan tersebut, semata- mata untuk memenuhi hasrat seksualnya lantaran pelaku suka menonton film porno.

“Nantinya akan didalami juga apakah ini suatu kelainan, jika dibutuhkan akan dilakukan pemeriksaan psikologi,” tegas kapolres.

Adapun korban dari pelaku yang terakhir merupakan anggota Polri berinisial NARP. Kapolres menuturkan, kala itu korban mengendarai motor di Jalan Thabita kemudian pelaku datang dari belakang korban yang juga mengendarai motor langsung memepet motor korban dari belakang lalu pelaku menyalip korban dari arah sebelah kanan.

“Dengan cepatnya pelaku mengulurkan tangan kirinya untuk memegang dan meremas payudara bagian kanan korban sebanyak satu kali dengan sedikit menarik baju korban. Kemudian pelaku pergi dengan kencang meninggalkan korban,” kata kapolres.

“Saat itu juga, korban sangat kaget dan langsung mengejar pelaku dari belakang sambil membunyikan klakson motornya dengan maksud agar pelaku berhenti. Akan tetapi, pelaku tancap gas dan saat berada di pertigaan jalan masuk menuju Pasar Baru sempat terjadi macet dan korban sempat mendekati pelaku,” imbuhnya lagi.

Lanjut kapolres, karena ketakutan, pelaku langsung berusaha menerobos kemacetan itu dengan cara mengambil atau membuat jalur baru dari samping mobil agar bisa kabur.

“Saat itu juga pelaku berhasil kabur meninggalkan korban dan akhirnya korban kehilangan jejak pelaku. Beruntung korban sempat menghafal plat nomor polisi motor yang dikendarai oleh pelaku, kemudian korban Polres Jayapura untuk membuat lapoaran agar dapat diproses sesuai hukum yang berlaku,” tambahnya.

Kapolres kembali mengatakan, kasus asusila yang dilakukan pelaku berinisial R itu berhasil terungkap saat terakhir pelaku melakukan aksinya pada Rabu (26/1/2022) lalu.

“Jadi saat itu pelaku memegang dan meremas payudara korban yang hendak berolahraga atau lari sore. Korban yang tidak terima, kemudian melaporkan ke keluarganya yang merupakan anggota kami.”

Berdasarkan laporan tersebut, tim gabungan Cycloop dan Paniki berhasil mengetahui identitas pelaku dan pelaku ditangkap beserta barang bukti satu unit sepeda motor Honda Vario saat berada di dalam rumahnya,” terang kapolres pelaku diketahui telah memiliki seorang anak dan istri, namun sudah berpisah semenjak 2017 lalu. (Irf)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here