Kembali Diterpa Hoax Soal Dideportasi Singapura, Gubernur Enembe Minta Penegakan Hukum

oleh -13 Dilihat
Penampakan berita hoax tentang Gubernur Papua Lukas Enembe/ist

Jayapura, Topikpapua.com, – Gubernur Papua, Lukas Enembe melalui Juru Bicara Muhammad Rifai Darus (MRD) mengungkapkan berita hoax terhadap Gubernur Enembe, seakan tak pernah musnah. Bahkan, hoax terhadap gubernur dua periode ini terus bereskalasi dan cenderung subversif.

Hoax yang teranyar saat ini adalah terkait Gubernur Papua dideportasi oleh Singapura. MRD memastikan bahwa itu adalah informasi yang keliru dan tidak benar.

Gubernur Lukas Enembe juga mempertanyakan tentang serbuan hoax yang membabi buta dan secara intens ditujukan kepadanya, baik selaku kepala daerah maupun sebagai Warga Negara Indonesia (WNI).

“Kami menegaskan bahwa hal tersebut sama sekali tidak benar. Mereka (kelompok pembuat dan penyebar hoax) menggunakan teknik imposter content (konten tiruan) dan fabricated content (konten palsu) dalam memproduksi konten hoax tersebut,” kata MRD di Jakarta, Kamis (19/5/2022) malam.

Menurut MRD, pihaknya menemukan bahwa berita yang tersebar menggunakan screen capture atau tangkapan layar (bukan berupa link/tautan sebuah website).

“Konten gambar tersebut memuat berita yang dipublikasikan oleh (seolah-olah) media Detiknews.com dan bahkan sampai memanipulasi tampilan laman website resmi Kementerian Dalam Negeri Singapura,” bebernya.

Berdasarkan hasil penelusuran yang dilakukan, kata MRD, bahwa kedua gambar yang disebar secara masif tersebut merupakan hasil edit yang ditujukan untuk mengelabui para pembaca melalui pencantuman logo dan konten dari salah satu media nasional yang besar, dan juga mengimitasi laman website Kementerian Dalam Negeri Singapura.

“Oleh sebab itu, kami meminta agar masyarakat dapat bijak apabila menerima kiriman pesan seperti itu,” pinta MRD.

Menurut dia, Gubernur Lukas Enembe berujar bahwa tindakan pelaku pembuat dan penyebar hoax ini tampaknya terlalu arogan dan sudah di luar nalar.

Perbuatan yang dilakukan oknum atau kelompok penyebar hoax itu bahkan berani mencatut Kementerian Dalam Negeri Singapura.

“Dalam pusaran konten hoax tentu akan membuat malu bangsa kita di mata pergaulan regional ASEAN,” papar MRD.

Selanjutnya Gubernur Enembe memohon kepada aparat penegak hukum untuk dapat bergerak dengan cepat dalam menemukan kelompok subversif ini.

MRD berpendapat, para pembuat berita bohong itu sudah secara nyata merusak nama baik Negara Indonesia, Provinsi Papua, Kepala Daerah Provinsi Papua,  serta merendahkan martabat seseorang dan membohongi pikiran banyak orang.

“Kondisi penyebaran hoax seperti ini tentunya menghadirkan paranoid bagi banyak pihak. Jika pejabat negara atau pejabat daerah saja dapat dengan mudah dirusak reputasinya dengan berita hoax, lantas bagaimana negara dapat melindungi rakyat secara umum,” ujar MRD.

“Apabila kelompok pembuat dan penyebar hoax tidak segera ditindak, tidak hanya stabilitas politik yang terganggu melainkan peradaban suatu bangsa mungkin saja menjadi terhambat dan akan selalu jalan di tempat,”timpal MRD. (Redaksi Topik)

 

 

 

 

 

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.