Kapolda Papua, Irjen Pol Mathius D Fakhiri / Nug

Jayapura, Topikpapua.com, – Aparat gabungan TNI-Polri terus memburu kelompok KKB pimpinan Joni Botak yang kerap melakukan aksi kekerasan dan penembakan di kabupaten Mimika Papua.

Kapolda Papua, Irjen Pol Mathius D Fakhiri bahkan mengaku pihaknya saat ini tengah melakukan pengawasan ketat di areal mile 43 hingga mile 54, yang di duga sebagai tempat persembunyian KKB Joni Botak.

“Kita telah mengawasi daerah itu selama kurang lebih 2 minggu setelah kejadian penembakan terhadap tiga para penembak joni botak, sehingga pengawasan di sana kita perketat, “Ungkap Kapolda kepada Pers, Selasa (23/03/21).

Baca Juga : Empat Anggota KKB Joni Botak Tertangkap di Timika

Kapolda menjelaskan, Areal tersebut saat ini dalam pengawasan ketat oleh tim penegakan hukum dari TNI-Polri yang tergabung dalam operasi Newangkawi , sehingga diharapkan masyarakat umum tidak masuk dulu ke areal tersebut.

“Saya harap mereka (masyarakat) tidak masuk ke dalam daerah tersebut, karena ini cukup riskan, kalau mereka berkeliaran disitu tentunya petugas tidak akan main-main dan menganggap bahwa mereka adalah bagian dari kelompok kali kopi, “Jelas Kapolda.

Hal tersebut ditegaskan Kapolda paska tertembaknya satu warga sipil atas nama Demianus Magai pada hari Minggu, 21 Maret lalu.

Menurut Irjen Fakhiri, peristiwa penembakan tersebut terjadi saat korban hendak melakukan aktifitas pendulangan di mile 50.

Baca Juga : Kapolda Papua Beberkan Daftar Kejahatan KKB di Mimika

“Saat kejadian tim sudah memberi kode (peringatan) kepada korban, namun korban ini malah membuang anak panah ke arah tim, sehingga situasi tersebut membuat anggota kita yang saat itu sedang melakukan ambus di daerah tersebut melakukan penembakan terhadap pelaku, “Jelas Kapolda.

Kapolda mengaku sangat menyayangkan peristiwa tersebut dan telah memerintahkan Kapolres Mimika untuk menyelesaikan permasalahan tersebut sehingga tidak menimbulkan masalah baru.

Baca Juga : KKB Serang PT Freeport, Satu WNA Tewas, Dua Lainnya Kritis

“Kejadian ini sangat disayangkan ya, karena masyarakat disana sebenarnya sudah tau dan sudah di peringatkan untuk tidak masuk di areal mile 43- 54 selama tim melakukan ambus dan pengejaran terhadap kelompok joni botak, “Beber Kapolda.

Pembatasan masyarakat memasuki areal ‘killing zone’ ini menurut kapolda berlaku hingga pekan depan,  “ kita kan sudah dua minggu lebih mengepung areal tersebut, dan kami duga kelompok itu sudah mulai kehabisan bama, sehingga harapan kita dalam minggu ini kita sudah bisa mendapatkan hasil positif dari operasi ini, “ Pungkas Kapolda. (Redaksi Topik)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here