Walikota Jayapura, Benhur Tomi Mano / ist

Jayapura, Topikpapua.com, – Walikota Jayapura, Benhur Tomi Mano mengaku akan menghentikan giat rapid massal di kota jayapura.

Menurut Benhur, hal tersebut di lakukan karena hingga kini pihaknya telah kehabisan anggaran untuk penanganan covid-19 di kota jayapura.

 “Angka positif kita di kota jayapura ini terus bertambah karena kita gencar melakukan rapid massal, untuk itu saya minta agar gugus tugas stop rapid massal, “Kata Walikota saat dihubungi Redaksi Topik, Kamis (23/07/20) sore.

Dijelaskan Walikota, anggaran yang ada di kota jayapura bukan hanya untuk penanganan covid saja, tapi juga untuk keperluan lainnya, seperti perekonomian, pendidikan, infrastruktur dan lainnya.

“Jadi hingga kini dana kita untuk covid memang sudah menipis, bahkan untuk sewa hotel sahid saja kita  dalam bulan ini kalau tidak ada bantuan dari provinsi maka kita mungkin akan melakukan isolasi mandiri bagi pasien baru,”Jelas BTM.

Dijelaskan Walikota, selain masalah anggaran hingga kini kondisi rumah sakit di kota Jayapura sudah tidak mampu lagi menampung pasien covid di kota jayapura.

“Rumah sakit kita sudah tidak bisa menampung pasien yang terus bertambah, karena kita terus temukan kasus dengan rapid massal, makanya saya mau hentikan rapid massal, “Jelas BTM.

Diakui BTM jika selama ini angka covid-19 di kota jayapura terus meningkat karena gugus tugas gencar melakukan rapid massal.

“Selama ini kan kita gencar lakukan rapid massal, akibatnya angka kita terus naik, sementara didaerah lain mereka tidak lakukan rapid, makanya angka mereka tetap saja, makanya kita hentikan saja rapid massal, “bebr BTM.

Lanjut BTM, Awalnya dasar kita berpikir seperti itu, bahwa dengan rapid massal kita bisa temukan kasus sedini mungkin sehingga kita bisa cepat pula melakukan penanganan, namun dengan kasus yang makin tinggi dan kapasitas rumah sakit yang penuh serta dana kita yang menipis maka saya minta agar rapid massal di hentikan.

“ Selanjutnya kita mengambil kebijakan untuk isolasi mandiri bagi pasien baru dan puskesmas akan bertanggung jawab untuk mereka yang isolasi mandiri,”Ujarnya.

Sementara itu terkait biaya sewa hotel Sahid BTM megatakan hingga kini pihaknya masih menunggu jawaban dari provinsi papua.

“Sampai saat ini kita masih menunggu dana 18 Miliar yang dijanjikan oleh provinsi papua, maka kita bisa lanjutkan untuk sewa hotel sahid yang sudah terbukti tingkat kesembuhan tinggi disana, “Kata BTM.

“Hingga kini kita masih menunggu jawaban dari Provinsi, saya sudah menghadap asisten II dan beliau berjanji akan di jawab, jadi saat ini kita statusnya menunggu saja, “Pungkas Walikota. (Redaksi Topik)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here