Kapolsek Mulia, Iptu Lambertus L. Sattu, SH duduk Bersama Masyarakat sebagai bentuk kebersamaan Polri dengan warga kampung yang bertikai / ist

Mulia, Topikpapua.com, –  Kapolsek Mulia, Iptu Lambertus L. Sattu, SH terjun langsung ke lapangan guna memediasi pertikaian antar kampung di Kabupaten Puncak Jaya, Papua.

Acara perdamaian di gelar di Kampung Pruleme, Sabtu 28 November 2020 dan dihadiri oleh Kapolsek Mulia Iptu Lambertus L. Sattu, SH , Kepala Distrik Wuyuneri, Minggalom Enimbi, Kepala Distrik Gurage Warius Tabuni, Anggota DPRD Puncak Jaya Gulangga Tabuni serta para kepala kampung dari Distrik Gurage.

Kapolsek Mulia, Iptu Lambertus L. Sattu, SH mengatakan dari hasil mediasi permasalahan pertikaian antar masyarakat yang diselesaikan secara adat.

“ Atas kesepakatan bersama pihak pelaku dari Kampung Urgele dan Yoganik serta dari pihak korban yakni dari Kampung Ramona telah sepakat menerima denda adat sebesar Rp. 53.650.000, dan babi sebanyak 7 ekor untuk korban  Yundiman Kogoya, Yundisom Kogoya dan Kiton Kogoya, “Kata Iptu Lambertus.

Kapolsek Mulia ini juga menghimbau kepada pihak yang bertikai agar tidak lagi mengungkit permasalahan ini dikemudian hari dan mengajak semua warga di kedua kampung dan diseluruh wilayah puncak jaya untuk ikut menjaga kamtibmas jelang bulan penuh damai.

“ Kami harap dengan kesepakatan damai ini, semua pihak bisa saling memaafkan dan tidak lagi ada dendam. Kami juga berharap mari bersama-sama kita menjaga keamanan dan ketertiban di Kabupaten Puncak Jaya agar bisa selalu dalam keadaan aman dan juga kondusif jelang Natal dan tahun baru, “Pungkas Iptu Lambertus.

Sebelumnya, terjadi pertikaian antar kampung Urgele dan Yoganik dengan kampung Ramona. Akibat pertikaian tersebut mengakibatkan tiga korban dari kampung Ramona. Pasca pertikaian Polsek Mulia terus melakukan upaya mediasi perdamaian. (Redaksi Topik)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here