Kapolresta Jayapura: Tingkatkan Body System Personel untuk Antisipasi Aksi Teror Bom Bunuh Diri dan Separatis 

oleh -163 Dilihat
Kapolresta Jayapura Kota Kombes Polisi Victor Mackbon/all

Jayapura, Topikpapua.com, – Polresta Jayapura Kota memperketat pengamanan untuk mengantisipasi adanya aksi teror bom bunuh diri seperti yang dilakukan seorang pria di Mapolsek Astana Anyar Bandung, Jawa Barat, Rabu (6/12/2022) kemarin.

Kapolresta Jayapura Kota Kombes Polisi Victor Mackbon mengungkapkan, para personel di jajarannya sudah diwanti-wanti soal body system dalam setiap kegiatan, baik di dalam maupun di luar.

Ia menjelaskan body system sebagai langkah antisipasi terhadap kemungkinan yang terjadi, seperti masuknya pelaku kejahatan untuk melakukan teror yang menyasar anggota kepolisian dan juga keamanan mako (markas komando) diklaim paling penting.

“Memang aancaman kita berbeda ya, kalau di sini itu memang masih ada tindakan-tindakan separatis, tapi juga tidak menutup kemungkinan ada teror kelompok radikal. Apalagi berdasarkan kejadian yang diungkap Densus 88 di wilayah ini masih ada bibit-bibit (radikal) yang bisa menjadi ancaman,” katanya di Lapangan Trisila Hamadi, Kamis (8/12/2022) pagi.

Kelompok yang kerap melakukan aksi teror ini, sebut Kapolresta, adalah kelompok clandestine (rahasia) yang pergerakannya di bawah permukaan.

Sehingga tidak menutup kemungkinan di wilayah hukum Polresta Jayapura Kota juga ada bibit-bibit radikalisme.

“Makanya kita berharap kepada para tokoh agama, masyarakat dan adat untuk ikut memerangi kelompok radikal tersebut, jangan beri ruang bagi mereka,” tuturnya.

Kapolresta menambahkan, pihak RT/RW di lingkungan tempat tinggal juga harus memainkan perannya. Di mana bagi setiap warga baru yang datang, maka RT/RW harus menanyakan dengan jelas soal identitas dan tujuan kedatangan mereka.

“Nah, wajib lapor dalam lingkungan tempat tinggal itu penting. Maka itu kami minta tolong Pak RT harus lebih tegas, ya harus tahu setiap warganya, apalagi yang baru datang. Kalau mereka tidak mau taat aturan, ya bisa minta bantuan Babinsa atau Babinkamtimbas untuk amankan orang-orang yang tidak mau taat,” tegasnya

Dalam kesempatan ini, Kapolresta juga mengimbau seluruh masyarakat tidak menyebar luaskan foto atau video dampak bom bunuh diri Mapolsek Astana Anyar, Bandung atau setiap aksi teror lainnya di media sosial. Imbauan ini kata dia sangat beralasan, pasalnya penyebaran konten tersebut justru bisa menimbulkan ketakutan.

“Karena tujuan pelaku terorisme melakukan aksi bom bunuh diri, ya satunya untuk menebar ketakutan kepada masyarakat. Kalau banyak orang yang menyebar gambar atau video aksi terorisme, justru semakin banyak masyarakat yang takut dan pelaku teros akan menganggap aksi mereka berhasil. Jadi teror itu untuk dilawan bukan untuk dibagikan,” tandasnya.

Selanjutnya Kapolresta menyampaikan turut berduka cita atas gugurnya anggota Polisi dalam aksi bom bunuh diri kemarin.

“Kita mengutuk keras aksi yang tidak manusiawi yang dilakukan teroris tersebut,” tutupnya. (Alleya)

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.