Kapolda Sebut Sudah 900 Warga dari 4 Kampung Mengungsi Akibat Teror KKB

0
Kapolda Papua, Irjen Pol Paulus Waterpauw di dampingi Pangdam XVII/Cenderawasih usai mengunjungi Personil TNI-Polri di Tembagapura/ Ist

Mimika, Topikpapua.com, – Kapolda Papua, Irjen Pol Paulus Waterpauw mengaku sejak aksi teror Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di di Distrik Tembagapura, hingga Sabtu petang sedikitnya sudah 900 – san warga kampung memilih mengungsi.

Warga yang mengungsi berasal dari empat kampung, yakni Kampung Longsoran, kampung Batu Besar, Kampung Kimbeli dan dari Kampung Wa Banti.

“ Saya pikir sudah sebagian besar warga dari beberapa kampung di atas yang sudah mengungsi ke Polsek Tembagapura.., ya sekarang sudah turun sekitar 900 san ya.., artinya sudah cukup banyak, “Ungkap Kapolda kepada Redaksi Topik, Sabtu (07/03/20).

Menurut Irjen Paulus kebanyakan warga yang mengungsi memilih keluar dari kampung mereka karena takut akan teror kelompok KKB dan mereka masih trauma dengan peristiwa beberapa tahun silam.

“ Sebenarnya itukan pengalaman masyarakat ya.., kalau tidak salah tahun 2017 lalu, jadi saat ini  mereka keluar dari rumah masing-masing dan meminta bantuan anggota kita diatas untuk fasilitasi mereka turun ke saudaranya di Timika, “ kata Paulus.

Kapolda menekankan bila saat ini hampir semua warga di empat kampung sudah mengungsi ke Polsek Tembagapura, dan sebagian diantaranya sudah di bawa ke Timika.

“ Otomatis ya…, dengan masyarakat meningalkan kampung mereka, berarti yang ada disana hanya kelompok itu saja.., dan kita akan tindak tegas ya…, secepatnya akan kita tindak, “ Tukas Kapolda menjawab langkah apa yang akan diambil pihaknya merespon aksi KKB.

Angota Polri saat makan bersama dengan para pengungsi di halaman Polsek Tembagapura / ist

Sebelumnya di kabarkan pada hari jumat, 06 Maret 2020 sebanyak 790 masyarakat di pedalaman pegunungan Timika mengungsi ke Polsek Tembagapura, warga mengungsi karena takut akan kelompok KKB yang kabarnya mulai masuk ke kampung mereka.

Berdasarkan data yang di peroleh dari Polsek Tembagapura, aksi pengungsian warga pertama kali di ketahui saat anggota piket polsek Tembagapura menemui 30 orang berjalan kaki dari Kampung Utikini menuju ke Polsek Tembagapura.

“ Waktu itu anggota piket menemui ada 30 warga melapor ke polsek, mereka meminta perlindungan karena di kampung mereka KKB sudah masuk dan membuat mereka tidak nyaman karena anggota KKB memaksa meminta makan dengan menodongkan senjata, “ Ungkap Kapolsek Tembagapura, AKP Hermanto lewat rilis yang di terima redaksi topik, jumat (06/03/20).

Dijelaskan Hermanto hingga jumat malam jumlah para pengungsi terus bertambah, “ Hingga pukul 18.00 Wit dari data yang di dapatkan sudah sekitar 790 orang yang mengungsi dari kampung mereka yang terdiri dari sekitar 100 anak-anak, 370 Wanita dan 320 laki-laki,” Jelasnya.

Diungkapkan Kapolsek, untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan pihaknya lalu memferivikasi setiap warga dengan mendatakan tanda pengenal, selanjutnya hasil koordinasi dengan CLO PT Freeport Indonesia disiapkan sebanyak 13 Bis PT Freeport yang akan digunakan untuk masyarakat ke Timika.

“ Kita di bantu PT Freeport dan pemerintah daerah mencoba memfasilitasi mereka, mulai dari makan dan minum selama di Polsek sampai nantinya mereka tiba di tujuan masing-masing, dari PT Freeport siapkan 13 Bis untuk angkut ke Timika, nanti dari Timika ada Truck yang sudah disiapkan untuk antar mereka ke keluarga mereka, “ beber Kapolsek. (Redaksi Topik)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here