Kadispen Papua : Tidak Boleh Ada Ujian Sekolah Dalam Bentuk Apapun di Papua

0
Kepala Dinas Pendidikan,Perpustakaan dan Arsip Daerah Provinsi Papua, Christian Sohilait / ist

Jayapura, Topikpapua.com, – Kepala Dinas Pendidikan, Perpustakaan dan Arsip Daerah Provinsi Papua Christian Sohilait meminta kepada seluruh sekolah di tanah Papua untuk segera menghentikan semua proses belajar-mengajar di sekolah.

Pemberhentian segala aktifitas ini termasuk pembatalan semua jenis Ujian, baik di tingkat Nasional maupun lokal.

“Jadi intinya bahwa semua hal yang berkaitan dengan ujian itu di tunda, ujian apa saja, mau ujian Nasional ka.., ujian lokal ka.., ujian praktek ka.., semua nya harus di tunda, “Tegas Christian kepada Pers usai menghadiri rapat dengan Forkompinda Papua di gedung negara, Selasa (24/03/20).

Penegasan ini disampaikan Christian untuk mencegah penyebaran virus corona yang mulai meresahkan masyarakat di Papua.

Christian menerangkan dengan di tundanya semua jenis ujian di tanah Papua, bukan berarti menghentikan proses kenaikan kelas bagi para siswa-siswi yang ada, namun lebih kepada upaya menyelamatkan generasi muda di Tanah Papua.

“ Saya ingin sampaikan kepada seluruh guru-guru di atas tanah Papua, UN itu bukan ukuran tunggal untuk mengukur seorang anak itu lulus atau tidak , kami saat ini sedang menunggu bagaimana mekanismenya bagaimana kita batalkan semua jenis ujian , apakah kita akan siapkan semua nilai-nilai siswa dari semester satu sampai lima, itu sudah cukup untuk menilai anak itu layak lulus atau tidak, “ Beber Christian menjelaskan salah satu opsi penilaian terhadap lulus tidaknya siswa-siswa dengan di tundanya semua jenis Ujian di Tanah Papua.

“Seorang guru itu dia sudah bisa melihat bagiamana anak-anaknya punya perkembangan selama 5 semester itu, karena itu sekali lagi saya mau tekankan bahwa ujian itu bukan satu-satu nya alat ukur untuk menentukan seorang anak layak lulus atau tidak, “ Tukasnya.

Disinggung soal panjangnya libur yang di berlakukan pemerintah kepada para siswa-siswi di Papua apakah akan mempenggaruhi kemampuan berfikir para siswa tersebut, Christian mengaku bila masalah nyawa lebih penting di banding pendidikan.

“Kalaupun saat diliburkan anak-anak tidak belajar sama sekali, tidak masalah, yang penting mereka selamat. Menyelamatkan nyawa itu lebih penting daripada sekedar mendapat nilai saja di sekolah, “ Kata Christian.

Lanjutnya, “Seluruh anak-anak sekolah di tanah Papua saya minta tidak usah kuatir soal ujian dan nilai mereka, karena yang kita hadapi sekarang ini bukan hanya masalah nilai dan prestasi, yang kita hadapi sekarang ini masalah nyawa dan bukan hanya di papua saja tapi di seluruh dunia, “ Tukas Christian.

Christian juga berharap kepada para orang tua agar bisa mengawasi anak-anak nya dengan mengajak bekajar dan bermain bersama di rumah.

“Saya juga mau ingatkan kepada semua orang tua, di masa libur ini jangan biarkan anak-anak keluyuran di luar, ingat mereka itu generasi kita, jangan sampai mereka kena virus diluar dan bawa datang ke dalam rumah, “pintahnya.

Christian meminta para orang tua untuk menggunakan waktu libur ini agar bisa lebh dekat lagi dengan anak-anak dan terus mengawasi mereka agar tetap di dalam rumah.

“Mari gunakan waktu ini untuk lebih dekat lagi dengan anak-anak, duduk main dengan mereka, cerita dengan mereka di rumah. Ingat ini masalah nyawa.., jangan main-main dan angap remeh, “tegas Christian.

Sementara itu terkait masalah pembayaran gaji guru dan tenaga honorer pasca di liburkannya semua aktifitas sekolah, Kadispen mengaku akan tetap membayarkan gaji dan honor para guru sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

“ Saya juga mau sampaikan, untuk guru honorer akan tetap di bayar sesuai dengan jam mengajar, tapi nanti kami akan bicarakan lagi masalah itu, “ Pungkas Kadispen. (Redaksi Topik)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here