Jumaidi Bocah “Ajaib” yang Selamat dari Kecelakaan Pesawat Jalani Operasi Limpa

0
Kondisi Jumaidi di Ruangan Cenderawasih 2 Rumah sakit Bhayangkara, Kotaraja Jayapura / nug

Jayapura, Topikpapua.com, – Jumaidi bocah 12 tahun satu dari 9 penumpang pesawat dimonim air PK-HVQ yang selamat dari kecelakaan maut di gunung Mewuk, pegunungan bintang saat ini masih terbaring lemah dan di rawat intensif di rumah sakit Bhayangkara, kotaraja Jayapura.

Berdasarkan pantauan nokenlive.com di ruangan cenderawasih 2 RS Bhayangkara tempat jumaidi di rawat, kondisi bocah “ajaib” tersebut makin membaik, Selasa (13/08/18) sore.

Jumaidi Nampak sudah bisa berkomunikasi secara baik dengan keluarga nya, saat melihat wartawan nokenlive.com mengambil gambar nya Jumaidi bahkan sempat tersenyum.

Walau demikian  Lengan kanan Jumaidi terlihat di gips karena patah, sementara dua selang infus mengalir ke tubuh mungil Jumaidi. Salah satu nya adalah infus transfuse darah.

Melihat kondisi tersebut kami lantas bertanya kepada kepala rumah sakit Bhayangkara yang kebetulan saat itu juga berada di ruangan cenderawasih 2 tempat Jumaidi di rawat.

Menurut AKBP Dr. Heri Budiono Jumaidi mengalami pendarahan di bagian perut, dan setelah melewati proses citi scan, di duga kuat bagian limpa Jumaidi mengalami pendarahan.

“ Setelah kita observasi satu kali dua puluh empat jam ada kecendurungan HB nya turun, kami duga itu di sebaban karena ada pendarahan di bagian dalam tubuh, sehingga harus segera di lakukan tindakan operasi untuk mencari tau sumber pendarahan, “ ungkap Dr, Heri.

Dr. Heri menambahkan berdasarkan hasil citi scan di duga kuat sumber pendarahan berasal dari bagian limpa Jumaidi yang terbentur keras saat kecelakaan terjadi.

Lanjutnya operasi di rencanakan akan di lakukan malam ini, sehingga di harapkan besok kondisi Jumaidi bisa makin membaik.

Sebelum nya, sabtu siang pukul 13.50 wit Pesawat Dimonim PK-HVQ terbang dari tanah merah kabupaten Boven Digoel menuju Oksibil, Kabupaten Pegunungan Bintang. Pesawat memuat 9 orang termasuk pilot dan co-pilot.

Di jadwalkan pesawat tiba di Oksibil pukul 14.30 Wit, namun hingga ukul 17.00 wit pesawat belum juga mendarat. Minggu pagi sekitar pukul 09.00 wit, pesawat di temukan warga.

Saat tim evakuasi menemukan bangkai pesawat yang hancur di tebing gunung Mewuk, di dapati 8 orang sudah dalam keadaan tewas, sementara Jumaidi di temukan masih hidup. (Nug)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here