Jelang Naratu, Pemkab Dogiyai Musnahkan 10 Karung Mamin Kadaluarsa

0
Bupati Kabupaten Dogiyai saat memusnakan makanan kadaluarsa / Nug

Monemani, Topikpapua.com, – Sepekan jelang Hari raya Natal dan Tahun Baru (Naratu), Dinas Perindakop Kabupaten Dogiyai menggelar sweeping makanan dan minuman di tiga distrik, Hasilnya di temukan sebanyak 10 karung makanan dan minuman yang kadaluarsa.

Makanan dan minuman kadaluarsa tersebut di musnahkan oleh Bupati Yakobus Dumupa di halaman kantor bupati Kabupaten Dogiyai, Rabu (18/12/19).

Bupati Dumupa mengaku pemusnahan ratusan jenis makanan dan minuman tersebut di lakukan guna mencegah kasus keracunan makanan dan minuman di daerah Dogiyai.

” Saya sudah perintahkan dinas Perindagkop untuk gelar sweeping, dan hasilnya ada 10 karung makanan dan minuman yang di dapati kadaluarsa dan saat ini kami musnahkan, ” Ungkap Bupati Yakobus.

Menurutnya, makanan yang telah kadaluarsa tidak layak untuk di komsumsi karena dapat mengganggu kesehatan bahkan menyebabkan kematian.

” Makanan atau minuman yang sudah kadaluarsa ini kan berbahaya, dan tidak kenal ko siapa.., mau brimob ka.., bupati ka…, pegawai ka.., semua kalau makan bisa mati.., jadi tidak boleh lagi ada makanan dan minuman yang kadaluarsa di Dogiyai, ” Bebernya.

Lanjutnya, bila jelang perayaan hari raya natal dan tahun baru ini tingkat komsumsi masyarakat terhadap makanan dan minuman akan meningkat, sehingga di perlukan pengawasan yang ketat.

” Ini mau natal dan tahun baru jadi semua pasti belanja kue-kue dan minuman, bahaya kalau ada yang kadaluarsa.., nanti pulang pegang tangan ada yang keracunan lagi.., makanya harus di periksa semua, ” Jelas Bupati.

Bupati juga berpesan kepada dinas perindakop agar memberikan peringatan kepada warung-warung yang masih menjual makanan dan minuman kadaluarsa, ” Kalau perlu ijin usahanya di cabut kalau memang masih bandel dan terus jual yang sudah kadaluarsa, “Tegas Bupati Yakobus.

Makanan hasil sweeping di musnahkan dengan cara di bakar, sementara minuman di musnahkan dengan cara di tuangkan ke tanah, sementara kemasannya di bakar. (Redaksi Topik)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here