Ini Suara Hati Keluarga dan Rekan Kerja Nakes yang Dibunuh OTK Yalimo  

oleh
Salah satu nakes, rekan kerja Almarhumah Sri Lestari Indah Putri saat membawa foto almarhumah/ist

Jayapura, Topikpapua.com, – Aula Mayonif RK 751/VJS Sentani, tempat jenazah Sertu Eka Andriyanto Hasugian dan istrinya, Sri Lestari Indah Putri disemayamkan, menjadi saksi kesedihan yang luar biasa bagi para pelayat yakni keluarga dan rekan kerja kedua korban sebelum keduanya  diberangkatkan  ke Surabaya, Jawa Timur, Jumat (1/4/2022).

Tangisan keluarga dan sahabat pun pecah, tak terbendungkan. Mereka tak kuasa menahan rasa kehilangan atas kepergian pasutri yang selama berada di tempat tugas, dikenal rendah hati dan suka menolong sesama.

Para pelayat tenaga kesehatan (Nakes) yang adalah rekan kerja almarhumah Sri Lestari Indah Putri, bahkan membentangkan spanduk sebagai ungkapan kesedihan sekaligus berbelasungkawa.

Dalam spanduk itu, para nakes menuliskan curahan hati  “Terlalu Sadis dan Biadab tindakan kalian merenggut nyawa Pahlawan Kemanusiaan, Selamat Jalan Saudaraku, Kami Bidan Ranting Puskesmas Sentani Turut berduka cita”.

” Kami Minta Keadilan dan Perlindungan dari pemerintah untuk Tenaga Kesehatan”. Talenta Kami adalah menolong Nyawa Sesama bukan Kami yang Mau Jadi Korban, Selamat Jalan Sahabat, Kami Bidan Klinik AHBS Papua turut merasakan duka yang mendalam”.

Mewakili seluruh anggota Ikatan Bidan Indonesia (IBI) Papua, Mida Sitorus (Bikor Puskesmas Distrik Waibu Kabupaten Jayapura) membaca puisi.

Ketua IBI Kabupaten Jayapura, Yanis Ohee menegaskan, bahwa tenaga kesehatan khususnya bidan harus dijaga keamanannya selama bertugas.

” Kami ingin dijaga, jangan sampai kami para bidan tidak berada di pedalaman untuk masyarakat yang berada di pelosok, namun kami selalu menjadi korban. Kami yang membantu kelahiran mama-mama Papua agar selamat dan mempunyai putra-putri Papua, tapi apa, apa yang terjadi kami selalu menjadi korban kebiadapan yang tidak berprikemanusiaan,” ucapnya.

Sementara Hasugian, salah satu keluarga korban Sertu Eka Hasugian, mengaku terpukul atas  peristiwa yang dialami saudaranya. Menurutnya,  kedukaan ini tentu menjadi kesedihan yang mendalam.

“Adik kami dibunuh oleh orang yang tidak berprikemanusiaan, kita berduka atas terbunuhnya orang-orang yang sedang bertugas. Kepada saudaraku, selamat jalan, Tuhan menyambutmu di surga, dan anak anakmu akan kami jaga,” ungkap Hasugian yang berprofesi sebagai Dosen di Uncen Jayapura.

Rasa duka yang mendalam juga dilontarkan, Muhabalin, Perwakilan IBI Kota Jayapura. Ia pun berharap pemerintah daerah dan pusat memberikan keadilan atas kejadian yang menimpa rekan-rekannya selama ini,  sehingga tidak ada lagi korban yang berguguran.

“Kami hanya ingin membantu masyarakat untuk selalu sehat dan bisa dibantu apabila ada yang sakit,” tandasnya.

Diberitakan sebelumnya Sertu Eka Andriyanto Hasugian, Babinsa Kampung Meagaima Ramil 1702-05/Kurulu Kodim 1702/JWY beserta istrinya Sri Lestari Indah Putri,yang bekerja sebagai PNS di Puskesmas Kabupaten Yalimo menjadi korban kekejaman yang dilakukan OTK di Jalan Trans Elelim-Wamena, Kabupaten Yalimo, Kamis (31/3/2022).

Tak hanya membantai Sertu Eka dan istri, kedua anak korban yang masih balita juga turut menjadi korban perbuatan oknum  tak berprikemanusiaan tersebut. Beruntungnya, dua balita itu  selamat, namun salah satu anak harus kehilangan jari tangan karena ditebas benda tajam.

Korban Sertu Eka mengalami luka di bagian bawah ketiak kanan tembus bagian kanan dan meninggal dunia di tempat. Sedangkanya istrinya mengalami luka sabetan di bagian leher dan meninggal dunia saat perjalanan menuju ke Puskesmas. (Redaksi Topik)

 

 

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

No More Posts Available.

No more pages to load.