Ini Strategi Persipura Mengatasi Kekurangan Dana Sponsorship di Musim 2019

0
Direktur PT. Persipura Jayapura, Herad Kalengkoan dan Direktur Bisnis PT Bank Papua, Sadar Sebayang usai penandatanganan MoU / Nug

Jayapura, Topikapapua.com, – Manajemen Persipura nampaknya harus berpikir ekstra keras untuk memenuhi kebutuhan Tim Persipura di musim 2019, pasal nya total nilai sponsorship dua sponsor utama mereka, Bank Papua dan PT Freeport Indonesia belum bisa menutup kebutuhan biaya Persipura untuk satu musim yang mencapai Rp35 Milyar.

“ Untuk satu musim Persipura membutuhkan dana sebesar 35 Milyar rupiah, dana itu termasuk biaya kontrak pemain, transportasi tim pada laga away, biaya hotel dan biaya lainnya, “ kata ketua umum persipura Benhur Tommy Mano kepada Redaksi Topik belum lama ini.

Seperti yang telah di beritakan sebelumnya, Bank Papua untuk musim 2019 membantu Persipura senilai Rp 10 Milyar, sementara PT Freeport Indonesia hanya membantu sebesar Rp 7,5 Milyar.  Artinya dari dua sponsor utama ini persipura hanya mengantongi Rp 17,5 Milyar saja, atau hanya setengah dari kebutuhan Persipura untuk satu Musim.

Menanggapi kekurangan jumlah dana yang di butuhkan untuk mengarungi musim 2019 mendatang, Direktur PT Persipura Jayapura, Herad Kalengkoan mengaku akan terus mencari sponsor lain untuk menutupi kekurangan nilai sponsor.

“ kami akan terus mencari sponsor lain, sudah ada beberapa perusahaan besar yang kami dekati namun sampai sekarang belum ada kata sepakat, “ ungkap Herad.

Herad menjelaskan bila nantinya nilai sponsor untuk persipura tidak lagi bertambah, maka mau tidak mau manajemen akan mensiasati pengeluaran biaya untuk transportasi dan akomodasi tim.

“ Kalau nilainya tidak bertambah ya kita akan sesuaikan dengan kondisi, kalau dulunya tim berangkat pakai pesawat garuda, sekarang terpaksa pakai lion, begitu hal nya dengan hotel, terpaksa tim hanya menginap di hotel bintang 2 bukan hotel bintang 4 atau 5 lagi, “ Jeas Herad.

Herad mengaku strategi itu akan di lakukan manajemen agar menjaga keuangan Tim bisa bertahan hingga akhir musim, “ kita kan harus hitung baik-baik kebutuhan tim, jangan sampai kompatisi belum berakhir namun dana sudah habis kan bisa gawat, “ Pungkas Herad. (Nug)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here