Kepala Dinas Pendidikan, Perpustakaan dan Arsip Daerah (DPPAD) Provinsi Papua, Christian Sohilait / ist

Jayapura, Topikpapua.com, –  Dunia pendidikan di Papua berduka setelah Oktovianus Rayo, guru SD Impres Beoga dan Yonatan Randen, guru Matematika SMPN 1 Beoga, tewas ditembak Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di Distrik Beoga, Kabupaten Puncak.

Kecaman atas aksi berdarah kepada kedua guru tersebut pun bermunculan dari berbagai pihak.

Kepala Dinas Pendidikan, Perpustakaan dan Arsip Daerah (DPPAD) Provinsi Papua, Christian Sohilait yang juga mengutuk tindakan tersebut, menitip pesan kepada para pelaku penembakan.

“Guru-guru yang kalian bunuh itu mau menyelamatkan anak-anak kalian (dari kebodohan),” ujarnya Chritian di Jayapura, Senin (12/04/21).

Baca Juga : Kelompok Sabius Waker Tembak Mati Seorang Guru di Puncak Papua

Sohilait menegaskan, tuduhan KKB bahwa Oktovianus Rayo adalah mata-mata aparat keamanan sangatlah keji.

“Mereka berdua itu guru-guru honorer, karena tidak mungkin ada guru saya dengan situasi begitu mau mempertaruhkan nyawanya dengan membawa-bawa senjata, saya pikir itu tidak benar, jangan mengalihkan opini setelah kalian menghilangkan orang punya nyawa,” Tegas Sohilait.

Menurut Sohilait, dengan sulitnya kondisi geografis, serta minimnya sarana infrastruktur di Beoga, membuat tidak banyak guru mau ditempatkan di lokasi yang berada di ketinggian 3.500 meter dari permukaan laut tersebut.

Baca juga : Pagi Tembak Guru, Siang Rusak Sekolah, Malamnya Dibakar

“Harusnya kita bersyukur masih ada orang baik yang mau mengabdikan diri untuk membabtu kita di Papua mengajar di daerah pedalaman, mereka harus kita jaga bukan kita bunuh, “Tukasnya.

Sohilait menjelaskan, pasca penembakan dan pembakaran gedung sekolah di Beoga, masih ada tujuh orang guru yang saat ini masih berada di Beoga.

“Kemarin (10/4/2021) yang sudah dievakuasi tiga guru dan dua keluarganya. Masih ada tujuh guru di Beoga, tapi dalam perkembangannya mereka bisa ukur-ukur sendiri apa mereka mau dievakuasi atau tetap di Beoga,” kata Sohilait.

Sebelumnya, Kamis (8/4/2021) sekitar 09.30, KKB melakukan aksi penembakan di sebuah kios di Kampung Julugoma. Akibatnya, Oktovianus Rayo, guru SD Impres Beoga tewas karena ditembak.

Baca Juga : BTM Ajak Peserta LATSAR CPNS Berdoa Bagi Guru Korban Penembakan KKB di Puncak

Kemudian pada Jumat (9/4/2021) sore, kelompok tersebut melakukan penembakan kepada Yonatan Randen, guru SMPN 1 Beoga di bagian dada. Korban yang sempat dibawa masyarakat ke Puskesmas Beoga akhirnya meninggal dunia.

Kedua jenazah baru dapat dievakuasi ke Mimika pada Sabtu (10/4/2021) setelah Pemerintah Kabupaten Puncak membayar sejumlah uang tebusan kepada KKB untuk membiarkan pesawat masuk ke Bandara Beoga.

Selain menembak mati dua guru, KKB juga dilaporkan membakar tiga gedung sekolah dan perumahan guru. (Redaksi Topik)

3 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here