Persipura tak hadir saat laga Tunda Versus Madura United / ist

Jayapura, Topikpapua.com, – Manajemen Persipura melalui Media Officer, Eveerth Joumilena akhirnya menjelaskan kronologi Persipura tak hadir pada laga versus Madura United.

Eveerth menjelaskan, laga Persipura Jayapura vs Madura United (MU) tanggal 21 Feb 2022 itu adalah laga tunda, yang harusnya dimainkan 1 Februari 2022. Alasan mengapa ditunda) Karena MU bermasalah, banyak pemain terpapar Covid-19.

“Berapa pemain MU yang positif covid-19 saat itu, tidak jelas. Tetapi LIB menerima permohonan Madura dan menggelar Emergency Meeting tanggal 1 Feb 2022 pukul 11.00 WITA,”kata Eveert dalam rilisnya yang diterima Redaksi Topik, Senin (4/4/2022) malam.

Manajemen Persipura menyebut jumlah pemain MU yang terpapar Covid-19 tidak jelas, lantaran LIB maupun MU tidak pernah memperlihatkan bukti berupa data pemain MU yang terpapar Covid-19 saat emergency meeting maupun setelahhnya yakni saat menyampaikan surat keputusan emergency meeting kepada Persipura tanpa dilampirkan bukti data pemain yang terpapar.

“Bahkan seingat kami, saat emergency neeting, LIB dan perwakilan MU, menyampaikan info yang berbeda-beda, ada yang 24, ada yang 22 dan ada yang 18. Bukti yang bisa dicari, bila saat ini anda coba googling maka anda temukan angka yang berbeda-beda terkait jumlah pemain MU yang terpapar Covid-19,” ucap Eveert.

Sambung dia, saat itu, ada media yang menulis 24 orang , ada yang 22 orang dan anehnya PSSI di websitenya justru menulis 19 orang.
Bahkan, pihak MU, kepada media (Bola.net, judul : Badai Covid, Laga Persipura VS Madura United Ditunda) menyampaikan bahwa pemain MU yang terpapar Covid-19 justru kurang dari 14 orang.

“Kami menduga LIB tidak melakukan re-test (tes pembanding) kepada pemain MU yang positif covid saat itu, kalaupun dilakukan pada tanggal 1 feb 2022, maka hasil tes baru diketahui paling cepat pukul 13.00 WITA, sementara emergency meeting sudah dilakukan pukul 11.00 WITA, artinya LIB sudah memutuskan lakukan emergency meeting dan menunda pertandingan sebelum mengetahui hasil re-test atau tes pembanding (bila dilakukan),” terangnya.

Dikatakan Eveerth, kalau pun dilakukan dan hasilnya sudah ada, kenapa tidak ditunjukkan saat emergency meeting, karena itu adalah syarat administratif agar dilakukan penundaan berdasarkan penjelasan pasal 52 ayat 7 regulasi BRI Liga 1.

“Penjelasan pasal 52 ayat 7 tersebut ialah penyebutan kurang dari 14 pemain itu terhitung bagi satu tim yang terpapar Covid-19 secara massal dan dibuktikan dengan tes medis yang menunjang dan akurat. Tapi bukti itu tidak pernah kami lihat, hanya mereka dan Tuhan yang tahu,” ujarnya

Eveert juga menjelaskan soal kejadian aneh terjadi saat Sidang Komisi Disiplin. Saat LIB ditanya Komdis ada berapa pemain Madura yang negatif dan layak main saat tanggal 1 Feb 2022, LIB menjawab ada 13 pemain. Kemudian saat Dokter Satgas LIB ditanya Komdis berapa pemain MU yang positif Covid-19 saat itu? Dijawab ada 22 pemain, dan saat Komdis meminta LIB untuk melihat berapa jumlah pemain MU yang didaftarkan di sistem LIAS, dijawab MU daftarkan 33 pemain.

“Bagaimana bisa hal aneh ini terjadi ? Yang negatif 13, yang positif 22, jumlahnya 35, sementara MU hanya daftarkan 33 pemain, 2 pemain lagi dari mana ? Dan ini terjadi di Sidang Komisi Disiplin yang terhormat,” ujar Eveert.

Atas apa yang terjadi itu, Persipura memilih berpikir manusiawi dan berbelas kasih. Tim Persipura melampaui syarat-syarat administrasi, itu dianggap sebagai musibah dan berbesar hati menerima permohonan penundaan tersebut dengan harapan diperlakukan sama bila tertimpa musibah.

Namun sayang, saat Persipura dirundung duka yang sama permohonan Persipura ditolak mentah-mentah oleh LIB, sehingga tim mempertanyakan keadilan ini.

“Bagi kami ini sudah bukan lagi soal jumlah berapa yang positif atau negatif, tetapi rasa keadilan dan kemanusiaan, karena jumlah pemain MU saat tanggal 1 feb 2022 pun tidak jelas, bahkan ada pemain yang cedera, diakui LIB pada website ligaindonesiabaru.com, bahwa pertandingan Persipura vs Madura ditunda karena beberapa pemain Madura terpapar Covid dan cedera,” ungkap Eveert.

“Dan pengakuan LIB saat Sidang Komisi Disiplin, bahwa ada 1 pemain MU yang cedera, namun ketika kami pertanyakan kepada LIB saat kami ajukan permohonan penundaan, LIB bersikeras bahwa pada 1 Februaria 2022 itu tidak ada pemain MU yang cedera semua murni Covid-19, setelah kami tunjukkan bukti yang ditulis media, baru diakui bahwa memang ada yang cedera. Ada apa ini?tanya Eveerth menimpali.

Saat laga 21 Februarib2022 itu terdapat 2 (dua) pemain Persipura yang terkena akumulasi kartu kuning yang dilaporkan ke LIB sebagai pemain yang berhalangan main, namun ditolak oleh LIB. Menurut LIB, kata Eveerth, kedua pemain tersebut masuk kategori pemain yang layak main berdasarkan regulasi pasal 52 ayat 7.

“Kami pun protes, karena sudah pasti pemain akumulasi tidak bisa main karena melanggar regulasi pasal 56 ayat 3, namun protes kami diabaikan oleh LIB, bagi kami mengakui pemain akumulasi sebagai pemain yang layak main adalah pelanggaran terhadap regulasi, berarti LIB melanggar regulasinya sendiri,” bebernya.

Seperti pertandingan-pertandingan sebelumnya, LIB berkewajiban melakukan tes PCR bagi seluruh personel klub satu hari sebelum pertandingan (H-1), baik pemain yang di hotel tim, maupun pemain yang sedang isolasi di karantina.

Namun anehnya, saat Tim Persipura melakukan PCR tanggal 20 Februai 2022, ada 4 pemain yang berada di karantina sama sekali tidak di tes PCR oleh LIB.

“Kami 2 kali menghubungi LIB untuk lakukan tes PCR bagi keempat pemain tersebut, dan dijawab mereka akan dicek untuk di tes PCR, namun sampai hari berakhir, keempat pemain tersebut tidak di tes PCR, ada apa? tanya Everth.

Pada tanggal 21 Februari 2022, di hari pertandingan tersebut, Tim Persipura tetap menjalani persiapan seperti biasa. Saat sore hari menjelang meeting tim untuk pertandingan, 2 pemain merasakan adanya gejala, sakit tenggorokan dan diarahkan ke dokter tim untuk lakukan tes antigen bagi kedua pemain.

“Hasilnya  satu positif dan satu negatif. Kami panik dan khawatir terjadi hal yang sama dengan pemain dan atau ofisial lainnya. Kami laporkan kepada LIB via WhatsApp, dengan mengirim bukti foto hasil tes antigen positif tersebut. Kami sampaikan bahwa, ada pemain bergejala, kami antigen hasilnya positif, mohon LIB mengirim tim KF (Kimia Farma) atau Tim Labkes untuk memastikan lagi, kami khawatir antigen kami salah, dan kami sampaikan juga bahwa kami khawatir pemain lainnya dalam masa inkubasi, karena pemain yang positif antigen tersebut, saat tes PCR sehari sebelumnya hasilnya negatif. Namun sayang, laporan dan pesan yang kami kirim ke LIB hanya dibaca dan sama sekali tidak dibalas,” kata Eveert secara gamblang.

Khawatir dengan kondisi tim yang sekarat, dan ada kemungkinan masa inkubasi pada pemain lainnya, seperti yang disampaikan, Tim Persipura berharap mendapat respon dari LIB, ternyata tidak. Menunggu respon LIB yang sangat lama tanpa kabar, pihak Persipura lantas berkoordinasi dengan pimpinan-pimpinan, dari diskusi hingga diputuskan tidak ke stadion.

Situasi tersebut berbahaya buat pemain dari segi kesehatan, dan berpotensi menukarkan virus pada pemain lainnya, mengingat tiga hari kemudian (tanggal 24 Feb 2022), Tim Persipura harus main lagi melawan Bali United, bila dipaksakan jumlah pemain positif covid akan bertambah.

“Ternyata, dugaan kami benar terkait masa inkubasi, keesokan harinya (tanggal 22 Feb 2022), seluruh personil tim kami lakukan tes antigen dan hasilnya 5 orang positif, 5 orang tersebut kami lakukan tes PCR di Labkesda yang ditunjuk dan bekerjasama dengan LIB, hasilnya, 5 orang tersebut positif Covid-19,” beber Eveert.

Selanjutnya LIB berpendapat bila jumlah pemain Persipura yang terpapar Covid-19 saat itu tidak memenuhi syarat untuk ditunda, apakah saat penundaan pertama sesuai prosedur? Tidak juga. Lantas kenapa LIB tidak merespon laporan Persipurab terkait adanya pemain positif antigen sesaat sebelum ke stadion.

” Kami berkesimpulan saat itu kami dipaksakan untuk bertanding, ini bukan gambaran sebuah keadilan dan kemanusiaan, setelah kami bersedia menerima kesulitan saat lawan sakit, kami justru dipaksa bermain saat sakit dengan lawan yang sama dan dalam keadaan segar bugar,” ungkap Eveert.

“Inilah kronologis yang bisa kami sampaikan, dan semua bukti-bukti atas data dan fakta diatas sudah kami sampaikan seluruhnya saat Sidang Komisi Disiplin PSSI, kami dihukum sanksi dan denda, LIB hanya di denda, menurut mereka ini adil. Kesalahan kami tidak datang ke stadion, dengan alasan yang jelas. kesalahan LIB ? Silahkan dihitung. Terimakasih,” tutup Eveert. (Redaksi Topik)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here