Kajati Papua Nikolau Kondomo/foto ist

Jayapura, Topikpapua.com,- Kepala Kejaksaan Tinggi Papua, Nikolaus Kondomo mengungkapkan, selama tahun 2021 Kejati Papua telah berhasil menyelamatkan keuangan negara sebesar Rp 3 miliar lebih. Sedangkan untuk jajaran Kejari di seluruh Papua telah berhasil menyelamatkan uang negara sebesar Rp 17 miliar lebih dari 18 kasus.

“Untuk pidana khusus dari enam kasus yang kami tangani, dimana tiga diantaranya sudah diproses dj persidangan, yaitu kasus Bulog dan Kantor Pos Indonesoa yang tersangkanya ada 3 orang,” terang Kondomo saat memberikan keterangan pers terkait capaian kinerja Kejato Papua selama tahun 2021 di Kantor Kajati Papua, Jumat (14/1/2022).

Lanjut Kondomo, untuk kasus Kantor Pos kerugian negara sebesar Rp 3 miliar dan untuk kasus Bulog kerugiannya mencapai Rp 10 miliar.

” Ya, jadi totalnya ada Rp13 miliar lebih untuk kedua kasus tersebut, ” imbuhnya.

Masih dikatakan Kondomo, untuk kasus pidana khusus yang masih dalam proses penyidikan disebutkan ada tiga kasus yaitu kasus di Dinas Pendidikan, kasus pembangunan Hotel Tabita dan kasus di KPA Papua.

“Kalau untuk kasus di KPA dalam waktu dekat kita usahakan sudah masuk tahap ke dua,” bebernya.

Di bagian lainnya Kondomo mengatakan bahwa di tahun 2022 ini, pihak Kejagung telah membentuk tambahan satu struktur organisasi baru yaitu Asisten Pidana Militer. Struktur baru tersebut bertugas menangani perkara koneksitas yang pelakunya adalah seorang anggota TNI dan sipil yang melakukan tindakan pidana

“Nanti penanganannya di kejaksaan yang dengan Denpom, Oditur Militer. Kemudian dalam penanganannya juga kita bekerjasama dengan Jaksa Agung dan Panglima,” katanya untuk Asisten Pidana Militer sampai saat ini masih dalam tahap sosialisasi.

“Kami berharap untuk tahun 2022 ini bisa segera kita jalankan,” timpal Kondomo.

Selanjutnya Kondomo menyebutkan bahwa laporan pengaduan di tahun 2021 kemarin mengalami pengurangan di banding tahun 2020.

“Ya, ada pengurangan lah,” tandas Kondomo. (Redaksi Topik)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here