Ini Empat Poin Penting Dalam Pernyataan Sikap Solidaritas Pemuda Adat Sarmi

oleh
Pernyataan Sikap Solidaritas Pemuda Adat Sarmi/ist  

Sarmi, Topikpapua.com, – Solidaritas Pemuda Adat Sarmi yang dikomando Simon P Saumen, mantan Kepala Distrik Sarmi Selatan, Jumat (13/5/2022) menggelar deklarasi pernyataan sikap mendukung situasi kamtibmas yang aman dan damai menjelang akhir masa jabatan Bupati dan Wakil Bupati Sarmi.

Diketahui jabatan Bupati dan Wabup Sarmi itu, akan berakhir pada Senin (16/5/2022) mendatang.

Untuk itu, Simon bersama solidaritasnya menyampaikan siap mendukung penuh siapa saja yang akan menggantikan Bupati Eduard Fonataba dan Wabup Leonard J Sawerdani.

“Siapun penggantinya nanti kita harus hargai dan juga harus paham dan mengerti masyarakat yang di bawah, sehingga pemerintahan di Kabupaten Sarmi berjalan dengan baik,”ucap Simon.

Ia mengaku situasi keamanan di Kabupaten Sarmi tidak pernah mengalami gangguan yang signifikan seperti yang terjadi di kabupaten lainnya di Papua. Sebab itu, Simkn meminta semua pihak harus ikut menjaga daerah ini yang sudah berlangsung aman dan damai.

“Saya perlu menyatakan sikap dalam menyikapi situasi dan kondisi politik di Tanah Papua khususnya di Kabupaten Sarmi. Kita sebagai garda terdepan perlu menjaga situasi yang aman dan kondusif menjelang akhir masa jabatan Bupati dan Wabup Sarmi,” tegasnya.

“Kita sebagai WNI yang sah dan taat kepada UUD 1945, maka perlu kita memberikan kontribusi dalam menjaga kedamaian dan ketertiban.

Persoalan akhir masa jabatan, kita harus saling mendukung. Siapapun pemimpinnya kita harus dukung dan taat segala kebijakannya,” imbuh Simon.

Simon menyebut ada empat poin penting dalam pernyataan sikap tersebut.

Pertama, siapapun nanti yang terpilih menjadi carateker di Kabupaten Sarmi, kita harus saling mendukung, menghargai demi menjaga keamanan dan mengembangkan kapasitas kelembagaan aparatur pemerintah dan masyarakat.

Kedua, masyarakat Kabupaten Sarmi harus paham dan mengerti, jangan mudah terprovokasi dengan ajakan atau aksi aksi yang merugikan diri pribadi demi kepentingan elit politik yang tidak bertanggung jawab.

Ketiga, menghimbau kepada para ketua perkumpulan suku yang ada di Kabupaten Sarmi untuk saling menghargai, menghormati dan selalu membangun hubungan baik antara pemerintah dan aparat keamanan antar suku bangsa. Yang mana kita melihat wilayah Kabupaten Sarmi belum pernah terjadi konflik perang suku, jangan sampai hal ini terjadi di wilayah kita. Hubungan yang sudah baik antar suku kita harus jaga dengan baik, jangan sampai di rusak oleh provokator atau adanya isu-isu yang tidak benar dan belus jelas sumbernya.

Keempat, kepada seluruh lapisan masyarakat di Kabupaten Sarmi agar mendukung segala kebijakan Pemerintah Pusat, Pemerintah Provinsi Papua dan Pemerintah Daerah, sehingga dapat menciptakan situasi yang aman dan kondusif.

“Sya menghimbau kepada anak anak muda khususnya di Kabupaten Sarmi untuk tidak terprovokasi dengan isu isu yang belum jelas sumbernya. Karena itu dapat merugikan diri sendiri,”pungkas Simon. (Redaksi Topik)

 

 

 

 

 

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

No More Posts Available.

No more pages to load.