Ini Deretan ‘Dosa’ Hengky Wanmang Sebelum Tewas di Tangan Aparat

0
Hengki Wanmang (Dok)

Jayapura, Topikpapua.com –  Pentolan KKB yang disebut-sebut panglima Panglima Makodap III Kalikopi, Hengky Wanmang, akhirnya tewas di tangan Aparat Gabungan TNI/Polri, Minggu (16/08/20) pagi.

Berikut sejumlah ‘dosa’ Hengki Wanmang dalam catatan Kepolisian, sebagaimana dirilis Kapolda Papua, Irjen Pol Paulus Waterpau, Senin (17/08/20) :

1). 11 Juli Tahun 2009, Hengky terlibat dalam kasus penembakan di areal PTFI di MP 52 Tembagapura pada tanggal 11 Juli 2009, sehingga seorang WNA Austrasia, Drew Nicholas Grant, meninggal dunia.

2) Henki juga terlibat dalam aksi Penembakan terhadap Karyawan PT Freeport Indonesia di MP 54 Tembagapura pada 15 Juli 2009, dengan korban sejumlah anggota Polisi.

3) Di Tahun 2017, Hengki Wanmang terlibat aksi penyanderaan masyarakat dan karyawan PTFI di kampung Banti dan kampong kimbeli tembagapura tahun 2017.

4). Ditahun yang sama, Henky melakukan penembakan terhadap 3 Triler, 2 Lwb dan 1 Rantis pada tanggal 1 Desember 2017 di MP 60, 61 Tembagapuran, dengan korban: Adventus Unggu Nugroho (Luka).

5). Pada 16 Februari 2018, Hengky berperan sebagai actor yang memerintahkan sekaligus salah satu pelaku pembakaran 1D Card Karyawan di PT Freeport.

6). Tanggal 24 Maret 2018, lanjut Kapolda, Hengki kembali berulah bersama rekan-rekannya, dengan membakar SD Banti di Kampung. Banti, Tembagapura.

7). Di Tahun 2020 , tepatnya pada 30 Maret, Hengki kembali beraksi dengan melakukan penembakan terhadap Karyawan PT.Freeport Indonesia di Kuala Kencana.  

Kapolda menambahkan, sejak meninggalnya Theni Kwalik Panglima Makodam III Kalikopi tahun 2018, Hengky Wanmang bersama Joni Botak mengambil peran sebagai pimpinan KKB kalikopi.

“Ia adalah  aktornya, perancang, maupun turun langsung,  ia seorang pimpinan yang mengambil alih jabatan tersebut, pasaca meningalnya Theni Kwalik,” kata Kapolda.

Tak sampai disitu, lanjut Kapolda, Hengki Wanmang juga merupakan orang yang mengajak beberapa KKB Pegunungan Tengah untuk masuk ke Tembagapura untuk melakukan aksi gangguan di areal PTFI.

“Hengky ini ikut Deklarasi KKB Gabungan Papua Di Ilaga, Kabupaten Puncak 1 Agustus 2020 lalu. Tujuannya, untuk melakukan aksi gangguan penembakan di Tembagapura,” katanya

Kapolda menambahkan setelah deklarasi Hengky mempersiapkan tempat dan bama bagi rombongan KKB yang dipimpin Lekagak Telenggen di Tembagapura.

Sekedar ditekahui, perjalanan Kriminal Hengki Wanmang akhirnya berakhir setelah Tim aparat gabungan melakukan penyerangan  di Markas KKB di Kali Kopi, Minggu (16/08/20).

Hendri berhasil dilumpuhkan aparat, setelah sebelumnya tim melakukan penyelidikan keberadaan kempok ini, pada Kamis (13/08/20). (Redaksi Topik)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here