Kapolda Papua, Irjen Pol Mathius D Fakhiri / ist

Timika, Topikpapua.com, –  Kapolda Papua, Irjen Pol Mathius D Fakhiri mengungkapkan bila merampas senjata aparat adalah salah satu cara yang dipakai untuk membentuk kelompok KKB baru di Papua.

“ Masyarakat muda di daerah pegunungan itu biasanya berawal mereka merampas senjata dulu, kalau sudah pegang senjata baru mereka bentuk kelompok yang baru, sehingga ini yang harus kita waspadai oleh anggota TNI-Polri, “ Ungkap Irjen Fakhiri kepada Redaksi Topik, Rabu (05/05/21).

Baca Juga : Lanny Jaya : Coba Rebut Senjata Aparat, Seorang Pemuda Tertembak

Hal ini dijelaskan Kapolda paska percobaan perampasan senjata api yang dilakukan oleh dua pemuda terhadap Aipda Jhonatan Bangun, anggota Polres Lanny Jaya, Selasa Pagi.

Menurut Kapolda memang saat ini di beberapa kabupaten di pegunungan Papua yang dulunya kerap dijadikan sasaran kekerasan oleh KKB telah ‘mati suri’ namun pihaknya akan tetap memantau dan mawaspasai semua pergerakan di Papua.

“Memang di lanny jaya itu saat ini sudah mati suri ya.., tapi kita harus tetap waspada, karena itu tadi, kelompok baru bisa kapan saja muncul ketika ada perampasan senjata, “ujarnya.

Baca Juga : KKB Jadi Kelompok Teroris, Kapolda Papua : Pola Penegakan Hukumnya Masih Sama

Menurut Kapolda hingga saat ini masih ada sekitar 6 kelompok KKB yang aktif.

“Dari yang sudah kita petakan, sebenarnya kelompok ini adalah kelompok yang besar, tapi yang aktif ada enam kelompok, yakni  di Puncak, Intan Jaya dan Nduga,” ungkap Kapolda.

Dijelaskan Irjen Fakhiri, pada 2021, KKB pimpinan Lekagak Telenggen menjadi kelompok yang paling aktif membuat aksi kekerasan di Kabupaten Puncak.

Kemudian KKB Pimpinan Sabinus Waker pada 2020 sangat meresahkan di Intan Jaya.

Baca Juga : Kapolda Papua Ungkap Sumber Dana Gerakan KKB

Selain itu, Fakhiri menyebut ada juga kelompok baru yang merupakan bagian dari kelompok Lekagak Telenggen yang mulai aktif melakukan teror.

“Ada kelompok Lekagak Telenggen, Militer Murib, Sabinus Waker, ada kelompok Paniai, ada kelompok Ndugama Egianus Kogoya, dan ada sempalan-sempalan kelompok Lekagak yang sudah muncul,” kata dia.

Selain enam kelompok tersebut, Fakhiri mengungkap sudah ada beberapa KKB yang sudah tidak aktif.

Baca Juga : Sepekan Tebar Teror di Puncak Papua, KKB Tembak Mati 4 Warga Sipil

Bahkan sudah ada yang telah kembali di tengah masyarakat.

“Ada kelompok lain yang kami syukuri sudah tenang, ada yang sudah kembali melakukan aktifitas sebagaimana masyarakat biasa,” ungkapnya.

Mengenai keberadaa KKB di Kabupaten Puncak yang dalam beberapa waktu terakhir sering melakukan aksi kekerasan bersenjata, Fakhiri menegaskan aparat keamanan sudah melakukan berbagai tindakan.

Baca Juga : KKB Papua Dinyatakan Teroris, Pemprov Keluarkan 7 Pernyataan Sikap

“Setelah kejadian di Beoga kita ada turunkan tim di sana untuk melakukan pemulihan dan penegakan hukum, kita menggeser juga kekuatan untuk menyekat di Ilaga. Semua penguatan kita di dua titik itu untuk melakukan penindakan kepada mereka (KKB). Tidak boleh lagi orang melakukan aksi kekerasan bersenjata yang membuat orang trauma sehingga penindakan hukum dengan tegas dan terukur kita lakukan,” tuturnya.

Aparat keamanan, sambung Fakhiri, terus berusaha untuk mengungkap seluruh jaringan KKB yang ada di Papua. Karenanya, aparat selalu berusaha menangkap KKB dalam keadaan hidup.

“Tentu kita berusaha menangkap mereka hidup untuk mengetahui jaringannya, tetapi kalau mereka melawan kita akan lumpuhkan,” kata dia. (Redaksi Topik)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here