Ketua gugus tugas penanganan covid-19 kota Jayapura, Rustan Saru saat membagikan masker kepada pasien covid di hotel Sahid Jayapura / ist

Jayapura, Topikpapua.com, – Pembiayaan 1 Pasien Covid-19 di Kota Jayapura selama masa penanganan di tempat Isolasi hingga dinyatakan sembuh, terbilang tinggi.

Ketua Gugus Tugas Covid-19 Kota Jayapura, Rustan Saru mengatakan seorang pasien tanpa gejala dan dinyatakan positif covid-19,  dibiayai Rp467 ribu per hari. Perhitungan ini berdasarkan jumlah pasien yang keluar masuk  Isolasi di Hotel Muspaco dan Hotel Sahid Entrop, sejak April lalu.

“Pembiayaan ini meliputi penginapan, makanan dan layanan termasuk suplemen Pasien,” kata, Rustan Saru kepada Redaksi Topik, Jumat (27/06/20).

Redaksi Topik mencoba untuk mengkalkulasikan seberapa besar biaya yang harus di bayarkan untuk satu orang pasien dengan perhitungan 467 ribu perhari.

Jika satu pasien di rawat di hotel selama 14 hari saja, maka biaya yang harus di keluarkan sebesar 467 ribu di kali 14 hari atau sama dengan Rp6.538.000. Bila pasien di rawat selama 1 bulan, maka biaya yang di keluarkan sebesar Rp14.010.000.

Nilai itu belum termasuk biaya Alat Pelindung Diri (APD) yang di pakai petugas untuk melayani pasien, biaya Rapid tes, pengambilan swab dan biaya tes PCR. Belum lagi di hitung honor tenaga medis dan dokter yang menangani pasien.

Rustan Saru menerangkan untuk pembiayaan pasien yang dirawat di dua hotel yang ada di Kota Jayapura saja, anggarannya mencapai Rp4,2 Miliar.

“ Jumlah itu di hitung terhadap pasien yang masuk sejak April lalu hingga saat ini. Artinya secara keseluruhan untuk pasien yang sudah sembuh termasuk yang masih dalam perawatan,” jelasnya.

Untuk anggaran pasien ini sendiri, lanjut Rustan masuk dalam pembiayaan Pokja Penanganan,  dimana selain pasien, terdapat juga pembiayaan APD serta tenaga medis.

“Jadi secara keseluruhan total dana untuk Pokja Penanganan sebesar Rp12.1 miliar yang dibagi dalam 3 kelompok pembiayaan,” katanya.

Rustan merincikan, untuk anggaran pembiayaan APD senilai Rp6,097 Miliar. Pembiayaan APD ini  meliputi pengadaan Baju Hamsat, PTM (alat untuk swab,red), alat Rapid Tes, kebutuhan medis seperti masker bedah, antiseptik yang meliputi disinfektan.

“Untuk APD ini, biayanya sangat tinggi, apalagi saat awal Corona masuk di Kota Jayapura, ada bebera item APD yang harganya cukup tinggi, dengan nilai bervariasi. 

Disamping itu, kata Rustan, APD ini sifatnya hanya sekali pakai, sehingga, meski Gugus Tugas mendapatkan bantuan, namun tetap saja harus dilakukan pengadaan. Apalagi APD ini juga digunakan tak hanya di tempat Isolasi, tapi juga di 13 Puskesmas yang ada di Kota Jayapura, dengan penggunaan rata-rata 6 APD untuk satu petugas medis per harinya.

Sementara untuk pembiayaan Tenaga Medis, lanjut Rustan dianggarkan sebesar sebesar Rp2,1 miliar untuk 65 petugas medis, baik Dokter, Perawat, termasuk petugas yang melakukan tes Swab maupun Rappid Tes selama 4 bulan.

Rincian penggunaannya, honor tenaga Dokter Rp9 juta per bulan, dan Rp5 Juta untuk  perawat, dengan kalkulasi pembiayan per hari sebesar Rp200-350 ribu. Angka tersebut diluar dari biaya kontribusi makan sebesar Rp225 ribu per hari . (Redaksi Topik)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here