Heboh Puluhan Warga Yapen Mengungsi di Hutan, Ini Klarifikasi Kapolres

oleh -349 Dilihat
Kapolres Kepulauan Yapen AKBP Herzoni Saragih/ist

Serui, Topikpapua.com, – Kapolres Kepulauan Yapen AKBP Herzoni Saragih mengklarifikasi terkait sebuah video dan foto yang heboh di grup Whatsapp, di mana dalam video dan foto tersebut memperlihatkan sekelompok warga Kaonda, Distrik Windesi, Kabupaten Yapen Tengah berjumlah 61 orang (anak-anak dan orang dewasa) mengungsi di tengah hutan, diduga lantaran aksi penyisiran aparat gabungan pada 1 Desember 2022 lalu.

Dalam klarifikasinya, Kapolres Herzoni membantah adanya penyisiran aparat gabungan di Kampung Kaonda, Distrik Windesi.

Menurut dia, saat itu aparat gabungan hanya melakukan patroli rutin di kampung tersebut guna menjaga kamtibmas dan memberikan rasa aman dan nyaman kepada masyarakat.

“Kami hadir untuk memberikan rasa aman. Itu bukan penyisiran atau operasi militer. Bahkan kami di sana disambut hangat oleh masyarakat setempat,” katanya, Kamis (8/12/2022).

Herzoni mengaku akan mengecek kebenaran warga yang mengungsi itu, apalagi berdasarkan pengalaman, hal serupa pernah terjadi di daerah Sasawa, beberapa tahun silam.

“Ya, konsep sama seperti di Sasawa, yang mana pihak berbeda ideologi memelintir kehadiran TNI-Polri kemudian memanfaatkan masyarakat pergi mengungsi dan membuat isu adanya operasi militer oleh aparat gabungan,” bebernya.

Lanjut dia, sempat juga ada postingan di media sosial (Facebook) yang menyebut aparat gabungan melakukan kekerasan terhadap warga di kampung tersebut.

“Padahal berita tersebut adalah hoax.
Jadi kegiatan-kegiatan seperti ini merupakan bentuk provokatif yang dibangun kelompok seberang untuk mengganggu keamanan,” ungkapnya.

Lebih jelas Herzoni mengaku menerima laporan informasi pengungsian, namun yang menjadi kerancuan adalah di bawah laporan tersebut tertulis hastag provokatif seperti #IndonesiaPenjajah, #StopOperasiMiliter dan #FreeWestPapua.

“Ya kita bsia simpulkan bahwa yang buat laporan ini adalah kelompok yang yang memiliki ideologi berbeda. Mereka ini etap Warga Negara Indonesia, jadi harus diberikan pemahaman-pemahaman tentang bernegara yang baik biar tidak lagi tersesat,” tandasnya. (Redaksi Topik)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.