Ketua Pemuda Adat Papua Wilayah II Saireri, Ali Kabiay/foto istimewa

Jayapura, Topikpapua.com, – Ketua Pemuda Adat Papua Wilayah II Saireri, Ali Kabiay mengungkapkan
Sumpah Pemuda yang diikrarkan pad 28 Oktober 1928 silam, merupakan suatu pengakuan dari para pemuda Indonesia yang mengikrarkan satu tanah air, satu bangsa, dan satu bahasa.

Sewaktu ikrar Sumpah Pemuda dilangsungkan, terdapat banyak tokoh yang terlibat di dalamnya. Salah satunya yakni Aitai Karubaba, pemuda asal Papua.

” Kehadiran Aitai Karubaba ini menghapuskan keraguan kita masyarakat Papua, yang mana kita selalu mendengar berita bahwa tidak ada perwakilan dari Papua sewaktu pengikraran Sumpah Pemuda pada tanggal 28 oktober 1928 lalu,” kata Ali di Jayapura, Papua Sabtu (23/10/2021).

Menurut Ali, keinginan rakyat Papua untuk menjadi bagian dari Indonesia telah muncul sejak momen Sumpah Pemuda, 28 Oktober 1928 silam.

Sayangnya, lanjut Ali, masih ada warga yang beranggapan bahwa peristiwa Sumpah Pemuda tidak dihadiri oleh pemuda Papua.

“Banyak warga asli Papua tak mengetahui adanya beberapa pemuda Papua yant ikut hadir dan menjadi saksi peristiwa bersejarah Sumpah Pemuda pada saat Itu,” tegasnya

Ali menyebut bahwa anggapan itu sangat keliru. Karena, pada kenyataannya, tiga pemuda Papua turut hadir dan ikut berikrar bersama para pemuda dari daerah lainnya.

“Seperti yang sudah saya sebutkan tadi bahwa salah satu pemuda Papua yang hadir dalam Kongres Sumpah Pemuda adalah Aitai Karubaba. Dan Aitai Karubaba tidak datang seorang diri, ia menghadiri Kongres Sumpah Pemuda bersama dua pemuda Papua lainnya, yaitu Abner Ohee dan Orpa Pallo,” sebutnya.

Sementara itu, kisah keterlibatan orang Papua dalam sumpah pemuda pada 28 oktober 1928, tentu menjadi cerita turun temurun dalam keluarga Ohee di Sentani, salah satunya adalah Ketua Barisan Merah Putih Papua, Ramses Ohee.

Di masa lalu sebelum Indonesia merdeka, Papua sudah menjadi bagian dari kerajaan di Nusantara yaitu Kesultanan Tidore.

Pengetahuan pemuda Papua dikaitkan dengan sejarah sumpah pemuda yang melahirkan Bangsa Indonesia semakin lama semakin dilupakan sejarahnya. Padahal tiga pemuda asli Papua ada dalam hal peristiwa bersejarah itu yang melahirkan persatuan dan kesatuan para pemuda untuk mendirikan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Namun pada kenyataanya, setiap hari semakin marak saja didengungkan pemutar balikan fakta dan kebodohan serta pengelabuan pola pikir dan kebenaran untuk memisahkan Papua dari Indonesia.

“Wilayah Papua ini sangat luas, sehingga harus dipersatukan dengan ideologi yang mengikat seluruh komponen bangsa, yakni ideologi Pancasila. Ideologi yang tidak sesuai dengan Pancasila sebagai nilai-nilai luhur bangsa, baik kilafah maupun OPM separatis tidak boleh ada karena dapat merusak persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia di Papua,” tegas Ali.

Sebagai Ketua Pemuda Adat Wilayah II Saireri, Ali kembali secara tegas menolak ideologi separatisme yang terus disuarakan oleh kelompok-kelompok anti Pancasila dan NKRI yakni KNPB, ULMWP maupun TPN-OPM.

“Karena Sumpah pemuda merupakan manifestasi Dari kepeloporan untuk nengangkat harkat dan martabat orang Papua. Peringatan Hari Sumpah Pemuda dalam sejarah perjuangan bangsa, merupakan momentum histories yang teramat penting dan menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari mata rantai perjuangan bangsa Indonesia,” tegas Ali.

Selanjutnya Ali berharap pemuda Indonesia di Papua harus menjadi lokomotif perubahan terutama di era digital sekarang ini. Peringatan Hari Sumpah Pemuda diharapkan menjadi momentum untuk optimalisasi peran pemuda dalam berkontribusi terhadap pembangunan bangsa khususnya di Papua. (Redaksi Topik)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here