Hari ini 7.200 Rapid Test Bantuan Kemenkes Tiba di Jayapura

0
Sebanyak 2,3 Ton Alkes (Rapid test, masker dan APD) bantuan Kemenkes saat tiba di Lanud Silas Papare Sentani Jayapura / ist

Jayapura, Topikpapua.com, – Kabar gembira bagi Papua, hari ini sebanyak 7200 alat test cepat covid-19 (Rapid Test) telah tiba di Jayapura. Selain Rapid test Papua juga mendapat bantuan masker dan Alkes lainnya untuk penanganan kasus Covid-19.

Juru bicara Satgas Penanggulangan Covid-19 Papua, dr. Silwanus Sumule mengatakan alat Rapid test yang di terima hari ini merupakan bantuan dari kementrian Kesehatan.

“Pada hari ini atas dukungan dari kementrian kesehatan kita sudah mendapatkan 7200 Rapid Test yang tadi siang sudah tiba di jayapura, dan akan segera kami distribusikan kepada kabupaten/kota sesuai dengan prioritas, sementara di proses dan mudah-mudahan dalam satu dua hari kedepan sudah bisa kita distribusikan,”Ungkap Sumule kepada Redaksi Topik, Senin (30/03/20) malam.

Selain Rapid test Sumule mengaku pihaknya juga menerima bantuan Alkes, APD dan Masker, “Ada juga tambahan masker biasa dan masker N-95, APD dan alkes lainnya, “ Kata Sumule.

Disinggung soal ketersediaan alat kesehatan untuk menunjang kinerja tim medis guna penanggulangan covid-19 di Papua, Sumule mengaku hingga saat ini Alkes yang tersedia masih kurang.

“ Ini belum cukup ya dan kami juga mengerti, karena memang ketersediaan di tingkat Nasional juga terbatas, Tapi kami akan terus berupaya untuk memenuhi stock kita di papua, “Jelasnya.

Walau demikian Sumule mengaku bila Alat kesehatan yang ada saat ini tak bisa di harapkan untuk membantu menekan laju penularan virus corona di tengah masyarakat, sebab alat kesehatan tersebut hanyalah sarana, yang terpenting menurut Sumule adalah peran masyarakat.

“Garis depan pertahanan terhadap covid-19 di Papua ada di tengah-tengah masyarakat, kami petugas kesehatan dan segala alat yang ada adalah garda terakhir pertahanan, “Tegas dokter Sumule.

Dirinya berharap agar masyarakat ikut membantu pemerintah untuk memutuskan rantai penyebaran corona virus ini dengan mentaati protokol kesehatan yang telah di sampaikan pemerintah.

“ Tetap ikuti panduan protokol dari pemerintah, tinggal dirumah, rajin cuci tangan, tidak melakukan kontak dengan orang lain, kami memohon perhatian khususnya kepada orang tua kita, tete, nene, yang usia lanjut agar tetap mengisolasikan diri dirumah termasuk juga kepada warga yang memiliki riwayat penyakit penyerta, seperti kencing manis, paru-paru, infeksi kronis dan penyakit jantung, agar tetap di rumah, mengapa karena mereka memiliki daya tahan tubuh yang lemah dan sangat mudah terpapar oleh virus ini, lebih banyak di rumah, dan tetap minum obat, “ Beber dokter Sumule.

Dirinya pun menyarankan kepada mereka yang berstatus ODP agar serius mengisolasi diri selama 28 hari.

“Setelah kami diskusi dengan teman-teman di posko kesehatan kami putuskan bahwa, secara aturan sesuai dengan literatur yang ada, pemantauan terhadap ODP ini bukan hanya 14 hari tapi 28 hari, “Tukasnya.

Dijelaskan Dokter sumule, Dibanyak negara mereka melakukan pemantauan selama 28 hari, “jadi apabila masyarakat sudah melakukan isolasi selama 14 hari mohon jangan berpuas diri, tambah lagi 14 hari dan kalau selama masa isolasi itu ada keluhan segera menghubungi petugas –petugas kesehatan, “Pungkas Sumule. (Redaksi Topik)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here