illustrasi

Jayapura, Topikpapua.com, – Nasib tragis harus dialami seorang remaja putri yang masih berusia 15 tahun. Akibat rayuan maut ayah tirinya, gadis yang masih duduk di bangku SMA kelas satu ini hamil 6 bulan.

Kasat Reskrim Polresta Jayapura Kot,a AKP Handry M Bawilling menjelaskan bila kasus persetubuhan seorang ayah terhadap anak tirinya ini terjadi pada bula September 2021 lalu.

“Pelaku SS ini melakukan persetubuhan terhadap korban sebanyak dua kali, saat kondisi rumah sepi. Saat kejadian ibu korban yang adalah istri pelaku sedang tidak berada di rumah, hal itu menjadi kesempatan besar bagi pelaku melakukan aksi bejadnya,” Ungkap AKP Handry kepada Pers, Senin (22/03/21).

Baca Juga : Perkosa Anak di Bawah Umur, Dua Pelajar ini Dibekuk Polisi

Kasat Reskrim menuturkan bila pelaku melakukan aksinya dengan modus memberikan perhatian lebih kepada korban dan pelaku melakukan aksi bejat tersebut tidak dengan paksaan.

“Jadi modus pelaku ini memberikan perhatian lebih terhadap korban, hal itu yang menjadi kunci dalam persetubuhan terlarang itu, apalagi korban masih berstatus pelajar. Kalau mau dibilang suka sama suka tidak, karena korban ini  masih labil dan dalam kondisi pubertas, mengingat korban gampang dirayu dengan modus tersangka,” Jelas Kasat.

Akibat aksi bejat Pelaku (SS) kini korban tengah hamil 6 bulan, sementara pelaku telah di tetapkan sebagai tersangka oleh penyidik Unit PPA Sat Reskrim Polresta Jayapura Kota.

Baca Juga : Pelaku Pelecehan Seksual dan Kekerasan kepada 25 Anak di Timika Terancam 20 Tahun Penjara

Kasat Reskrim juga menjelaskan bila pihaknya telah memeriksa lima orang saksi dalam pengungkapan kasus ini, bahkan pihaknya juga telah mendatangkan Pisikolog dari Polda Papua.

“Hasil pemeriksaan dari pisikologi tidak bisa kami sampaikan lantaran private korban, begitu juga dengan pemeriksaan dari dinas sisoal,” ucapnya.

Ia pun menambahkan, kasus ini pesetubuhan terhadap anak ini akan diproses hingga tuntas sehingga ada efek jera terhadap pelaku.

Baca Juga : Pelaku Pemerkosa Wanita 50 Tahun Tertangkap di Doyo Lama

“Tersangka sudah menjalani penahanan di Rutan Mapolresta, bahkan surat perintah dalam penyidikan (SPDP) sudah kami layangkan ke Kejaksaan Negeri Jayapura,” ucapnya.

Atas perbuatannya tersangka dijerat pasal 76 D Jo Pasal 81 UU No 35 tentang perubahan atas UU no 23 tahun 2002 tentang perlidungan anak Jo UU no 17 tahun 2016 tetang penetapan peraturan pemerintah no 1 tahun 2016 tentang perubahan kedua atas UU no 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak menjadi UU dengan ancaman minimal 5 tahun dan maksimal 15 tahun penjara. (Redaksi Topik)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here